Banyuwangi (beritajatim.com) – Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) Jatim menegaskan bahwa kemacetan di lintasan Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk bukan disebabkan kekurangan kapal. Kemacetan karena minimnya jumlah dermaga.
Ketua DPD Gapasdap Jatim, I Putu Widiana, mengungkapkan keterbatasan dermaga membuat kapal tidak bisa beroperasi secara maksimal dalam melayani pengguna jasa penyeberangan.
Ia menyebut, saat ini Gapasdap telah menyiapkan 55 kapal, bahkan dua kapal tambahan didatangkan dari lintasan lain untuk membantu pelayanan arus mudik dan balik 2026. Namun, hampir 50 persen kapal justru tidak beroperasi karena keterbatasan tempat sandar.
“Akibat terbatasnya jumlah dermaga, kapal-kapal kami tidak bisa dioperasikan maksimal. Jadi tentu bukan armadanya yang kurang,” jelasnya.
Menurut Widiana, kondisi tersebut merugikan masyarakat secara luas. Kemacetan panjang berdampak pada pemborosan BBM, risiko kecelakaan akibat kelelahan, hingga terganggunya distribusi logistik yang berimbas pada ekonomi nasional.
Ia juga menyoroti potensi kerugian lain seperti kerusakan barang, keterlambatan distribusi, serta terganggunya aktivitas masyarakat sehari-hari.
Gapasdap pun mendesak pemerintah untuk segera menambah jumlah dermaga agar kapal-kapal yang saat ini menganggur dapat dimaksimalkan untuk pelayanan.
“Kami berharap pemerintah segera membuat roadmap penambahan dermaga dan bisa segera direalisasikan mulai tahun ini,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPC Gapasdap Banyuwangi, Nurjatim, menambahkan kebutuhan dermaga akan semakin mendesak seiring tersambungnya jalur tol hingga wilayah Besuki yang diprediksi meningkatkan volume kendaraan.
Jika tidak diantisipasi sejak dini, ia menilai persoalan kemacetan akan terus berulang dan berdampak pada kenaikan harga logistik.
“Kemacetan sangat merugikan karena berdampak pada ekonomi, termasuk potensi kenaikan harga kebutuhan logistik. Pemerintah harus segera mengambil tindakan,” tandasnya. [ayu/but]







2 Komentar
Naikan kapasitas kekuatan dermaga, ganti kapal dengan GT besar dan tambah jam muat biar maksimal
sebaiknya di fikirkan kembali pembuatan jembatan jawa bali karena kemacetan semakin sering terjadi