Sampang (beritajatim.com) – Tawuran antar siswa berseragam Sekolah Menengah Atas (SMA) terjadi di depan kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sampang, Madura.
Aksi tersebut, terekam oleh kamera ponsel dan menyebar di media sosial. Video tawuran pelajar berdurasi 40 detik itu memperlihatkan sekelompok remaja yang masih mengenakan seragam sekolah, saling adu jotos dan berlarian di sekitar kantor KONI.
“Tawuran pelajar itu sangat meresahkan, mereka saling serang dan terlihat ada yang membawa senjata tajam,” kata warga di lokasi kejadian yang enggan disebutkan identitasnya, Rabu (22/2/2023).
Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Trantibun dan Linmas Satpol PP Sampang, M Suaidi Asyikin, membenarkan adanya tawuran antar pelajar tersebut dan pihaknya telah melakukan deteksi awal.
[berita-terkait number=”2″ tag=”tawuran-pelajar”]
“Sudah kami deteksi, dan memang benar bahwa ada tawuran antar pelajar,” tegasnya.
Ia menambahkan, pelajar yang terlibat tawuran tersebut merupakan gabungan dari beberapa sekolah di Sampang.
“Pelajar yang tawuran itu gabungan dan sebagian identitas sudah dikantongi termasuk asal sekolahnya,” tegasnya.
Terpisah, menurut Taufik yang melihat video beredar tentang tawuran antar pelajar di Sampang, selaku wali murid mengaku resah. Sebab, khawatir akan ada tawuran susulan yang tidak bisa dibendung. Sehingga, ia meminta dan berharap kepada aparat keamanan untuk menjaga sejumlah tempat yang berpotensi dijadikan tawuran pelajar.
“Kami berharap peran aktif pihak terkait untuk menjaga sejumlah tempat yang bisa dijadikan lokasi tawuran, semisal di taman-taman dan lapangan. Karena melihat beredarnya video tersebut kami selaku wali murid merasa was-was,” pintanya.[sar/ted]






