Gresik (beritajatim.com) – Kinerja Satlantas Polres Gresik dalam pengawasan keselamatan angkutan umum dan pariwisata kembali menjadi sorotan di tingkat Jawa Timur dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Blackspot dan Troublespot serta Kajian Kecelakaan Lalu Lintas Tahun 2026.
Satlantas setempat berhasil mencatat nilai tertinggi pada kategori video terbaik kegiatan rampcheck. Capaian tersebut diraih berkat dokumentasi inspeksi keselamatan kendaraan yang dinilai lengkap, sistematis, dan sesuai prosedur dalam pelaksanaan Operasi Lilin, Operasi Ketupat, serta Operasi Keselamatan.
Tim Satlantas Polres Gresik memperoleh nilai 84,00, mengungguli Polres Malang dengan nilai 82,90 dan Polres Tulungagung dengan skor 79,43.
Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Iwan Saktiadi, kepada Ipda Andreas yang hadir mewakili Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin.
Penilaian dilakukan melalui berbagai indikator penting, mulai dari ketepatan tahapan pemeriksaan kendaraan, standar prosedur operasional, kreativitas penyajian video, kualitas visual dan audio, hingga keterlibatan personel dan stakeholder dalam kegiatan rampcheck.
Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin, mengatakan keberhasilan tersebut menjadi dorongan bagi jajarannya untuk terus meningkatkan pengawasan keselamatan transportasi di wilayah Kabupaten Gresik.
Menurutnya, rampcheck memiliki peran penting dalam mencegah potensi kecelakaan lalu lintas, khususnya pada kendaraan angkutan umum dan bus pariwisata yang membawa banyak penumpang.
“Pemeriksaan kendaraan tidak hanya sebatas administrasi, tetapi memastikan kendaraan benar-benar aman digunakan di jalan raya. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” ujar AKP Nur Arifin, Selasa (19/5/2026).
Ia menambahkan, keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi bersama instansi terkait dalam pelaksanaan inspeksi kendaraan secara berkala. Kolaborasi tersebut dinilai efektif dalam meningkatkan kepatuhan terhadap standar keselamatan transportasi.
Kegiatan rampcheck sendiri menjadi bagian penting dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di Jawa Timur, terutama saat periode arus mudik, libur panjang, dan aktivitas wisata yang mengalami peningkatan mobilitas kendaraan penumpang. (dny/kun)






