Surabaya (beritajatim.com) – Pasien terkonfirmasi varian baru Covid-19 dari UK dan South Africa yang sebelumnya dirawat di RSLI dinyatakan sembuh dan telah dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.
Laksamana dr Nalendra selaku Penanggung Jawab RSLI mengatakan, meski varian baru ini memiliki daya infeksi dan sebar yang jauh lebih cepat dari pada varian yang lama tetapi pada dasarnya varian ini juga bisa disembuhkan.
“Alhamdulillah, kita telah mampu melakukan pelayanan kesehatan untuk varian baru, jadi jangan tidak perlu gaduh gelisah, semua bisa tertangani dan sembuh,” ujar Laksamana Nalendra, Selasa (25/5/2021).
Sebagai rumah sakit yang menangani pasien dengan varian baru, RSLI telah menerapkan prosedur kesehatan dan penanganan pasien dengan skema Beda Ruang Isolasi. Dr Fauqa Arinil Aulia SpPK selaku Dokter Spesialis Patologi Klinis, DPJP RSLI menerangkan bahwa pada dasarnya, perawatan yang diberikan sama saja dengan pasien covid-19 tanpa mutasi, yakni dengan memberikan fasilitas yang memperkuat imun tubuh, seperti makanan seimbang, vitamin, senam pagi, fasilitas fitnes dan karaoke.
“Namun untuk pasien dengan varian baru, perawatan pembedanya adalah mereka mendapat ruang isolasi khusus dan dipisahkan dari pasien lainnya. dengan begitu, di RSLI ada tiga jenis ruang isolas: ruang isolasi pasien covid-19 umum, ruang isolasi untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan ruang isolasi khusus bagi PMI yang terkonfirmasi varian baru,” papar dr Fauqa.
Karena di RSLI sebelumnya terdapat 2 pasien terkonfirmasi varian baru dari jenis yang berbeda, yakni dari UK (B117) dan dari South Africa (B1351), maka mereka pun diberikan kamar isolasi yang berbeda, sehingga satu kamar hanya berisi satu orang.
“Hal ini bertujuan agar tidak terjadi saling menginfeksi antara satu pasien dan lainnya, terlebih bahwa varian baru memiliki kemapuan infeksi yang sangat cepat,” terangnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”covid”]
Selain, memperkuat imunita tubuh dan melakukan skema ruang isolasi yang berbeda, RSLI juga fokus pada bagaimana prosedur kesehatan dilakukan dengan ketat.
“terlebih dari itu, kami paling ketat menerapkan protokol kesehatan 5M itu dan memastikan SOP penanganan pasien covid dilaksanakan dengan ketat pula baik bagi pasien, nakes, rewalan dan semua yang terlibat. kami tidak ingin kejadian dimana nakes kami terpapar pasien dan akhirnya menjadikan lonjakan kasus yang sulit ditangani,” pungkas Laksamana Nalendra. [adg/but]







