Ponorogo (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ponorogo bakal melakukan vaksinasi polio terhadap puluhan ribu anak usia 0 hingga 7 tahun. Vaksin oral polio vaccine type 2 (nOPV2) dipilih sebagai langkah preventif dalam menangani potensi penyebaran polio. Sebab, ada 2 kasus polio yang muncul di Pulau Madura.
“Jadi sasarannya anak usia 0 sampai 8 tahun kurang 1 hari,” kata Kepala Dinkes Ponorogo Dyah Ayu Puspitaningarti, Jumat (12/01/2024).
Pekan Imunisasi Nasional (PIN) polio ini akan dilaksanakan serentak di wilayah Kabupaten Ponorogo mulai tanggal 15 hingga 21 Januari 2024. Data dari Dinkes Ponorogo, ada 80.206 anak yang menjadi sasaran untuk dilakukan vaksinasi polio ini.
“Vaksinasi polio ini akan dilakukan serentak nanti tanggal 15 hingga 21 Januari 2024,” katanya.
Ayu sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa pemberian antibodi ini akan dilakukan dalam dua putaran. Putaran pertama dijadwalkan pada bulan Januari ini. Kemudian untuk putaran kedua, akan dilakukan pada bulan Februari 2024 nanti. Pemberian vaksin polio ini, oleh Pemerintah ditargetkan bisa mencapai 95 persen. Namun, orang nomor 1 di Dinkes meminta jajaran untuk mengumpulkan segala kemampuannya hingga vaksinasi mencapai target 100 persen.
“Untuk target dari pusat diangka 95 persen, namun saya menargetkan bisa mencapai 100 persen,” katanya.
Ayu memberikan penegasan bahwa Kabupaten Ponorogo hingga saat ini belum melaporkan kasus lumpuh layu pada anak. Uji laboratorium telah dilakukan pada gejala yang muncul, dengan hasil negatif. Meski demikian, Ayu mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan memberikan vaksin polio kepada anak-anak.
Ayu menekankan kesiapan vaksin dan kolaborasi lintas sektor sebagai kunci keberhasilan melawan ancaman polio di wilayah Ponorogo. Dinkes Ponorogo berencana melibatkan berbagai fasilitas kesehatan di Ponorogo dan Dinas Pendidikan, dan Kementerian Agama.
“Nanti anak akan dikasih vaksin polio tetes, nanti akan diteteskan sebanyak 2 kali,” pungkasnya. (end/kun)






