Surabaya (beritajatim.com) – Uston Nawawi, yang telah menjadi penyelamat Persebaya Surabaya dalam empat pertandingan terakhirnya, memimpin tim dengan pendekatan yang sangat praktis. Meskipun disorot karena pendekatannya yang pragmatis, legenda Persebaya Surabaya di era 90-an ini tidak memedulikan kritik tersebut.
Menurutnya, bermain sepak bola adalah hal yang sederhana; jika pemain menguasai bola, tim bisa menyerang, dan jika kehilangan bola, yang terpenting adalah bertahan dan meraih tiga poin.
Carterker asal Surabaya ini tidak memikirkan siapa yang mencetak gol atau dari posisi mana gol itu dicetak. Yang terpenting adalah bagaimana tim bisa memenangkan pertandingan dan meraih tiga poin.
“Mungkin istilahnya bisa disebut pragmatis, tetapi bagi saya, bermain sepak bola itu sederhana: menguasai bola untuk menyerang dan bertahan saat kehilangan bola,” ungkap Uston pada Sabtu (2/9/2023).
BACA JUGA:
Persebaya Waspadai Winger dan Striker Borneo FC
Pertandingan melawan Borneo FC pada Minggu (3/9/2023) akan menjadi laga terakhir Uston sebagai Carterker. Meskipun demikian, ia tidak ingin meninggalkan tim dengan catatan kekalahan, mengingat empat pertandingan terakhir yang berakhir tanpa kekalahan.
“Saya tidak ingin terbebani oleh rekor apa pun. Yang terpenting adalah menjalankan tugas kami. Semua yang bermain di lapangan, kita tinggal menyiapkan taktik dan strategi sebelum pertandingan, dan saat pertandingan berlangsung, pemain melaksanakan instruksi kami untuk meraih tiga poin,” ungkapnya.
BACA JUGA:
Tak Ada Pemain Persebaya Surabaya Dipanggil ke Timnas Senior
Uston juga berharap para pemain bersatu untuk mendukung Persebaya, tanpa harus terlalu memikirkan posisinya sebagai Carterker terakhir atau perubahan pelatih. Baginya, yang penting adalah semua bekerja keras dan berjuang untuk tim Persebaya.
Uston Nawawi menggantikan Aji Santoso setelah kekalahan 1-2 melawan Persikabo. Sebagai Carterker, Uston telah memimpin tim dengan sukses dalam empat pertandingan, hanya sekali bermain imbang melawan PSS Sleman, dan meraih tiga poin melawan Bhayangkara FC Presisi, Persita Tangerang, dan PSM Makassar. [way/beq]






