Surabaya (beritajatim.com) – Menjadi pelatih pengganti atau caretaker Persebaya Surabaya menjadi momen berharga yang tidak disia-siakan oleh Uston Nawawi. Ia menilai peran caretaker maupun pelatih kepala pada dasarnya memiliki tanggung jawab yang sama.
Menurut Uston, perbedaan antara caretaker dan pelatih tim utama hanya sebatas istilah administratif, sementara tugas memimpin tim tetap dijalankan secara penuh.
“Kalau itu sebenarnya seperti biasa. Mau caretaker atau pelatih tetap sama, kita memimpin tim. Bedanya hanya di tulisan saja,” ujar Uston, Minggu (4/1/2026).
Meski saat ini masih dipercaya sebagai caretaker, Uston tak menampik keinginannya untuk suatu saat menjadi pelatih kepala di sebuah tim.
“Ya tentu suatu saat saya kepingin jadi head coach. Itu hal yang normal, apalagi saya sudah cukup lama di Surabaya, hampir lima tahun jadi asisten. Pasti suatu saat ingin sampai ke sana,” imbuhnya.
Sebelumnya, manajemen Persebaya telah menunjuk Bernardo Tavares sebagai pengganti Eduardo Pérez. Namun, hingga pelatih asal Portugal tersebut tiba dan resmi bergabung dengan tim, Uston Nawawi tetap mendapat mandat sebagai caretaker guna menjaga stabilitas skuad Green Force.
Selama menukangi Persebaya, Uston Nawawi telah memimpin tim dalam empat pertandingan dengan catatan tiga hasil imbang dan satu kemenangan. Catatan tersebut membuat manajemen memperpanjang tugasnya hingga laga bertajuk Derby Suramadu melawan Madura United pada kompetisi Super League. (way/but)






