Banyuwangi (beritajatim.com) – ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang menerapkan kebijakan baru untuk mengatasi kepadatan kendaraan logistik di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Truk dengan muatan di bawah 35 ton kini diperbolehkan langsung menyeberang melalui dermaga Moveable Bridge (MB) tanpa harus antre di area tunggu.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi untuk mengaktifkan jembatan timbang yang berada di luar pelabuhan dengan melakukan penempelan-penempelan stiker. Di mana nanti kendaraan yang kurang dari 35 ton bisa langsung dimuat melalui dermaga MB kami di Ketapang,” ujar General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Yannes Kurniawan.
Yannes menyebut langkah ini merupakan upaya preventif yang dilakukan ASDP untuk mencegah kemacetan panjang yang sebelumnya sempat terjadi. Sistem tersebut mulai diterapkan di Jembatan Timbang Watu Dodol, Kalipuro, Banyuwangi.
Pada titik timbang tersebut, setiap truk akan ditimbang lalu ditempeli stiker sesuai bobotnya. Truk bermuatan di bawah 35 ton akan diberi stiker hijau, sedangkan yang melebihi 35 ton akan diberi stiker merah.
Truk berstiker hijau akan diarahkan langsung menuju dermaga MB, agar bisa segera memasuki area pelabuhan dan menyeberang layaknya kendaraan pribadi. Sementara truk dengan stiker merah wajib masuk ke Buffer Zone Dermaga LCM, menunggu jadwal keberangkatan melalui dermaga khusus untuk kendaraan bertonase besar.
“Kami mengimbau kepada para pengusaha penyedia jasa pelayanan logistik agar bisa mendistribusi beban kendaraannya. Kalau bisa tidak menggunakan kendaraan dengan beban lebih dari 35 ton. Jadi misal harus mengangkut 50 ton, bisa didistribusi menjadi 2 kendaraan dan masing-masing membawa 25 ton, sehingga tak terjadi antrean,” imbuhnya.
ASDP juga telah memasang banner informasi di sejumlah titik strategis, termasuk Jembatan Timbang Watu Dodol. Koordinasi juga dilakukan dengan Satlantas Polresta Banyuwangi untuk mendukung kelancaran pelaksanaan sistem ini.
“Teman-teman Satlantas Polresta Banyuwangi sudah mengetahui juga nanti kita akan melakukan penempelan stiker-stiker. Untuk stiker saat ini harusnya sudah mulai jalan dan sudah dicetak oleh Kandishub Jatim, kalau tidak salah kurang lebih 4.000 stiker,” pungkas Yannes. [alr/beq]






