Lumajang (beritajatim.com) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjadikan upaya pemulihan pasca erupsi Gunung Semeru di Lumajang sebagai contoh bagi daerah lain di Indonesia.
Hal ini ditegaskan oleh Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat meninjau Kawasan Relokasi Bumi Semeru Damai (BSD) di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro pada tanggal 12 Juni 2024.
Suharyanto mengapresiasi kelancaran proses pembangunan fisik, relokasi rumah, infrastruktur, fasilitas umum, dan fasilitas sosial di kawasan relokasi.
Ia menyebut, hingga saat ini, 1.927 KK penyintas erupsi Semeru telah menempati hunian di BSD dari total 1.951 KK yang disiapkan. 24 unit rumah masih dalam proses pengisian karena disesuaikan dengan administrasi kependudukan.
Lebih lanjut, Suharyanto juga mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi di kawasan relokasi menunjukkan tren positif. Hal ini didorong oleh meningkatnya usaha peternakan kambing yang dikelola oleh masyarakat.
“Semula kita menyiapkan 70 ekor kambing, sekarang belum sampai 2 tahun sudah 120 ekor,” ungkap Suharyanto.
Penjabat (Pj.) Bupati Lumajang, Indah Wahyuni (Yuyun), mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh BNPB, terutama dalam hal pendampingan dan pemulihan sosial ekonomi masyarakat.
“Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian Bapak Kepala BNPB pada warga masyarakat Lumajang, terutama warga di Bumi Semeru Damai (BSD),” kata Yuyun.
Diharapkan upaya penanganan pasca bencana Erupsi Semeru di Lumajang ini dapat menjadi model bagi daerah lain dalam menghadapi bencana serupa di masa depan. (ted)






