Surabaya (beritajatim.com) – Status sebagai mahasiswa kedokteran tak menutup peluang untuk tetap berwirausaha. Seperti yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) ini.
Sebanyak 16 produk karya mahasiswa FK Unusa dipamerkan dalam bazar kewirausahaan pada Jumat (06/01/2023). Ada berbagai macam produk yang disajikan seperti sooja alias susu bonggol jagung, hingga semir sepatu dari jerami.
Wakil Rektor I Unusa Prof Kacung Marijan dalam kesempatan ini pun turut membeli berbagai produk yang dijual oleh mahasiswa kedokteran tersebut. Bahkan ia sempat mencoba teh brotowali yang disajikan. “Ini bagus dimana bisa meningkatkan kemampuan soft skill dari mahasiswa Unusa. Jadi tidak hanya bisa menguasai satu ilmu saja, tapi ilmu bisnis atau kewirausahaan juga dikuasai mahasiswa kita,” ujar Kacung.
Sementara Penanggung Jawab Mata Kuliah Kewirausahaan Sosial FK Unusa, dr Hotimah menerangkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam pengembangan soft skill yang dimiliki.
[berita-terkait number=”4″ tag=”unusa”]
Selain itu juga sebagai upaya peningkatan mahasiswa dalam persiapan program Kreativitas Mahasiswa (PKM). “Kami menukung sekali upaya mahasiswa untuk menuangkan ide-ide bisnis ke dalam mata kuliah ini. Serta mahasiswa bisa melanjutkan bisnis,” sebut Hotimah.
Ia menjelaskan, bahwa mata kuliah ini disesuaikan dalam syarat dan sistem dalam pembuatan proposal PKM yang nantinya akan dijalani mahasiswa. “Jadi mereka juga sudah belajar bagaimana untuk ikut dalam PKM yang nantinya akan dijalani mahasiswa FK Unusa,” jelasnya.
Hotimah berharap melalui mata kuliah ini, Mahasiswa FK Unusa bisa meningkatkan kemampuan enterprenuer atau kewirausahaan sebagai salah satu soft skill yang dimiliki. “Sehingga mahasiswa kita bisa lebih semangat dalam menuangkan ide bisnis yang dilakukan mahasiswa Kedokteran Unusa, serta bisa mendapatkan hibah kewirausahaan,” tandasnya. [ipl/suf]






