Bondowoso (beritajatim.com) – Unsur pimpinan DPRD Kabupaten Bondowoso 2024-2029 resmi terpilih pada Selasa (1/10/2024) siang. Ada empat sosok yang menjadi pimpinan dewan.
Sebagai partai pemenang Pileg 2024 Bondowoso, PKB menempatkan satu kadernya sebagai ketua DPRD. Ahmad Dhafir kembali dipilih untuk menahkodai parlemen Bondowoso.
Ahmad Dhafir menjadi ketua DPRD Bondowoso lima periode beruntun. Secara total, dia terpilih sebagai anggota dewan 8 periode berturut-turut sejak tahun 1992.
Mendampingi Dhafir, ada tiga sosok wakil ketua DPRD Bondowoso yakni Andi Wijaya dari PPP, Ady Kriesna dari Partai Golkar dan Sinung Sudrajat dari PDIP.
Penetapan pimpinan definitif itu digelar melalui rapat paripurna dewan, dipimpin oleh Ketua DPRD sementara, Tohari.
“Tugas dan kewenangan ketua DPRD sementara terbatas. Salah satunya memimpin rapat di pembentukan pimpinan definitif ini,” kata Tohari kepada BeritaJatim.com usai rapat paripurna.
Dari 45 anggota DPRD, terpilih empat unsur pimpinan hasil dari rekomendasi partai politik pemenang Pileg di Bondowoso.
“Begitu ditunjuk oleh partai politik (mendapatkan rekomendasi), kemudian parpol mengajukan ke DPRD untuk penentuan siapa yang berhak sebagai pimpinan DPRD,” ungkap legislator PKB ini.
Setelah penetapan, hasil keputusan itu akan diserahkan kepada Gubernur Jawa Timur melalui pemerintah daerah.
“Jadi melalui Bupati kita ajukan ke Gubernur. Setelah ini kita kirim ke bupati untuk diproses lebih lanjut,” tuturnya.
Ia berharap Surat Keputusan (SK) Gubernur turun cepat sehingga acara pelantikan pimpinan DPRD bisa segera dilaksanakan.
“Kita harap ini segera. Ini sebenarnya untuk mempercepat agar tugas-tugas DPRD segera terlaksana,” ucapnya.
Ahmad Dhafir, Ketua DPRD Bondowoso definitif menyatakan bahwa sebagai kader partai, pihaknya harus siap melaksanakan rekomendasi.
“Saya sebagai kader harus patuh dan bertanggungjawab. Sama halnya saya mendapatkan tugas lagi sebagai ketua DPRD yang kelima periode ini,” ungkapnya dikonfirmasi terpisah.
Menurutnya, menjadi Ketua DPRD Bondowoso tidak harus ditanggapi dengan bertepuk dada. Bahkan ia menilai tidak boleh disyukuri.
“Saya mohon doa semoga dalam perjalanan selamat. Begitu finish, baru bersyukur,” tegas Dhafir. [awi/beq]






