Jember (beritajatim.com) – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menghibahkan alat detektor banjir berbasis Internet of Things (IoT) kepada Pemerintah Kota Surabaya.
Alat tersebut hasil inovasi tim peneliti yang diketuai dosen Fakultas Pertanian Dimas B. Zahrosa, dan beranggotakan Saifurridzal (dosen Fakultas Teknik), Hasbi Mubarak Suud (dosen Faperta), dan Gamma Aditya Rahardi (dosen vokasi Fakultas. Teknik).
Alat itu telah dipasang di Pompa Sumur Kali Lamong, Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Pakal, Surabaya, 13 Desember 2024 lalu. Sementara itu, di kantor Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Jawa Timur, tim telah memasang alat Smart Monitoring Energi Listrik (SMEL) berbasis IoT.
Dimas mengatakan, kedua alat ini masing-masing dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap banjir dan efisiensi penggunaan energi listrik. :Dengan berbasis IoT, alat ini memudahkan pemantauan secara real time,” katanya, sebagaimana dilansir Humas Unej, Minggu (22/12/2024).
Kedua alat itu mulai dikembangkan pada Oktober 2024. Sistem monitoring banjir yang diciptakan tim peneliti Unej ini dilengkapi empat sensor untuk merekam data hujan, tinggi muka air sungai, suhu, dan kelembaban secara real time.
Interval pencatatan setiap lima menit dilengkapi sirine dan lampu indikator untuk kondisi aman, waspada, dan siaga. Alat ini dirancang agar mudah digunakan. Data dan kondisi lokasi pun dapat dipantau melalui situs, sehingga memudahkan pemantauan. “Histori data yang terekam dapat diunduh langsung melalui website dengan tampilan yang mudah digunakan,” kata Gamma Aditya Rahardi.
Sementara itu, Smart Monitoring Energi Listrik (SMEL) dapat mengumpulkan data konsumsi daya listrik dari power meter melalui komunikasi RS485. Data konsumsi daya listrik dikirimkan ke server menggunakan ESP32 untuk dianalisis.
Alat ini menyediakan visualisasi data konsumsi daya listrik melalui dashboard online. Dengan demikian pengguna bisa mengambil keputusan berdasarkan data yang akurat, data dan kondisi lokasi dapat dipantau secara daring. “Pemantauan pun fleksibel dengan hasil atau histori data dapat diunduh dengan tampilan website yang user-friendly,” kata Gamma.
Tim peneliti bekerja keras mengembangkan desain, pengujian, hingga instalasi sebaik mungkin. Mereka berharap alat tersebut mendukung pengurangan risiko bencana dan efisiensi energi, serta dapat diadopsi di wilayah lain yang rawan banjir.
Menurut Dimas, ini bisa menjadi langkah awal dalam pengembangan teknologi IoT di berbagai sektor pelayanan masyarakat. “Dengan teknologi yang terus berkembang, kami optimis dapat menghadirkan lebih banyak inovasi di masa depan untuk masyarakat Indonesia,” katanya.
Gamma mengatakan, alat-alat ini memberikan solusi inovatif untuk mengatasi tantangan perubahan iklim dan efisiensi energi. Keunggulan teknologi berbasis IoT ini memungkinkan deteksi dini banjir dan monitoring energi listrik dengan akurasi tinggi. [wir]






