Malang (beritajatim.com) – Universitas Brawijaya (UB) melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Sanggar Bimbingan Wira Damai (SBWD) yang berlokasi di Kampung Melayu Wira Damai, Batu Caves, Selangor. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI) terhadap pendidikan matematika.
Sanggar Bimbingan Wira Damai (SBWD) melayani sekitar 30 anak berusia 7-15 tahun yang menghadapi kendala serius dalam akses pendidikan formal akibat tidak memiliki dokumen imigrasi yang sah. Anak-anak yang lahir dari pernikahan tidak terdaftar secara resmi rentan terhadap berbagai masalah, termasuk eksploitasi dan keterlibatan dalam aktivitas kriminal.
Tim PkM yang terdiri dari Dr. Wuryansari Muharini Kusumawinahyu, Prof. Dr. Agus Suryanto, M.Sc., dan Ummu Habibah, Ph.D., menyelenggarakan berbagai kegiatan interaktif seperti permainan, menggambar, dan bercerita. “Kami sangat senang dapat berkontribusi di sini. Melalui kegiatan kreatif ini, kami berusaha mengenalkan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang menyenangkan,” ungkap Dr. Wuryansari, Selasa (8/10/2024).
Kegiatan ini merupakan inisiatif PkM pertama tim Departemen Matematika di luar negeri. Dr. Wuryansari berharap kegiatan ini dapat menjadi landasan untuk kerja sama yang lebih luas di masa depan. “Kami juga mempertimbangkan sanggar bimbingan sebagai lokasi untuk kegiatan KKN atau PkM mahasiswa di tahun-tahun mendatang,” tambahnya.
Selama kunjungan, juga diadakan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Dekan FMIPA UB dan Shohenuddin, M.Ed., pimpinan Sanggar Bimbingan Yakesma yang mengelola SBWD. “Kami berharap MoA ini dapat memperkuat kerja sama di masa depan. Bantuan dari Universitas Brawijaya sangat berarti bagi anak-anak di sini,” ujar Shohenuddin.
Sebagai bentuk dukungan, Departemen Matematika UB menyerahkan alat peraga permainan matematika yang diharapkan dapat meningkatkan minat belajar anak-anak di SBWD. Universitas Brawijaya berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan, khususnya bagi masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri. (dan/but)






