Malang (beritajatim.com) – Universitas Brawijaya (UB) memperkuat posisinya sebagai kampus berkelanjutan dengan meraih sertifikat energi hijau internasional Tradable Instruments for Global Renewables (TIGR) Certificate. Sertifikat ini diperoleh UB melalui kerja sama strategis dengan PT PLN (Persero) dalam pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT), khususnya dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Barukan.
Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen UB mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 7 tentang energi bersih dan terjangkau. Kepala Pusat SDGs UB, Novia Lusiana, S.TP., M.Si., Ph.D., menyampaikan bahwa TIGR Certificate menjadi bukti konkret penggunaan energi terbarukan di lingkungan kampus.
“Universitas Brawijaya saat ini terus memperkuat komitmennya dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals, khususnya SDG 7 dalam hal energi bersih dan terjangkau, melalui implementasi energi terbarukan di lingkungan kampus,” ujar Novia, Senin (9/6/2026).
UB juga memanfaatkan program Renewable Energy Certificate (REC) dari PLN yang diakui secara internasional. Sertifikat ini tidak hanya memperkuat transparansi dan kredibilitas dalam laporan keberlanjutan (sustainability reporting), tetapi juga menegaskan peran UB sebagai pelopor transisi energi bersih di sektor pendidikan tinggi.
“Salah satu pencapaian penting dalam program ini adalah penerbitan TIGR Certificate yang diperoleh melalui dukungan terhadap penyediaan dan pemakaian listrik dari pembangkit berbasis energi terbarukan seperti PLTA Barukan,” terang Novia.
Sekretaris Universitas Brawijaya, Dr. Tri Wahyu Nugroho, S.P., M.Si., menambahkan bahwa keberhasilan ini menjadi pijakan awal dalam upaya UB mencapai target Net Zero Emission pada tahun 2030.
“UB sangat concern dengan penyediaan sumber energi terbarukan dan mengambil langkah nyata serta terukur dalam transisi energi bersih menuju Net Zero 2030,” ujarnya.
Sertifikat TIGR yang difasilitasi oleh PLN melalui skema REC bersifat digital, dapat ditelusuri, diperjualbelikan secara global, dan menjadi alat strategis untuk menunjukkan komitmen institusi dalam dekarbonisasi energi. Hal ini selaras dengan strategi nasional dalam menurunkan emisi karbon dan meningkatkan ketahanan energi berbasis sumber daya lokal.
Dengan inisiatif tersebut, Universitas Brawijaya menegaskan jati dirinya sebagai green campus yang tak hanya berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjawab tantangan perubahan iklim dan menjaga kelestarian lingkungan melalui penggunaan energi hijau. [dan/beq]






