Bondowoso (beritajatim.com) – Bulan Rabiul Awal tahun ini menyisakan waktu sepekan. Sisa waktu itu dimanfaatkan oleh masyarakat Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso untuk menggelar festival maulid.
Perayaan maulid lazim diselenggarakan oleh masyarakat Indonesia sebagai wujud kecintaan umat Islam pada Nabi Muhammad SAW yang lahir pada bulan tersebut.
Uniknya festival maulid di Curahdami, walaupun diselenggarakan selama sepekan ke depan, ternyata tidak menggunakan anggaran pemerintah, tapi hasil patungan ataubiuran warga.
Camat Curahdami, Raden Saudia Yourdan Islami Taufik mengatakan, pagelaran ini hasil donasi dari seluruh elemen masyarakat.
“Kita semua urunan. Ini non APBD. Ini swadaya semua. Tidak ada yang dibayar, justru kita yang malah membayar,” kata Yourdan dalam sambutannya.
Festival maulid Curahdami menyajikan ragam hiburan, mulai dari parade Zafin (tarian khas Timur Tengah) hingga aneka lomba sesuai kelompok umur.
“Ada lomba mewarnai untuk TK, lomba Tartil untuk SD, anak SMP lomba pidato, ibu-ibu lomba nasyid dan bapak-bapak lomba Hadrah,” sebutnya.
Selain itu, tersedia juga belasan stand UMKM guna mengakomodir pelaku usaha kecil di setiap desa dan kelurahan se Kecamatan Curahdami.
Setiap stand menjual produk yang berbeda-beda. Mulai dari kopi robusta, madu, jamu, kain batik, hingga makanan dan minuman tradisional.
“Kita semua mengerahkan waktu, biaya dan tenaga. Kita ingin merayakan di Minggu terakhir bulan maulid ini dengan lebih menggali potensi di Curahdami,” ulasnya.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan event dan panggung untuk berkreasi, sehingga digelarlah festival maulid tersebut.
“Seperti halnya sound horeg. Kan ksihan mereka tidak ada kegiatan. Jadi kita fasilitasi di acara pada malam hari ini,” ucap Yourdan. (awi/ian)






