Yogyakarta (beritajatim.com) – Setelah beberapa universitas dan perguruan tinggi menyuarakan pemikiran mereka mengenai wacana penghapusan skripsi sebagai persyaratan kelulusan, Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) juga memberikan tanggapannya.
Menurut Wakil Rektor Bidang Akademik UMBY, Ir. Wafit Dinarto, MSi, MCE, pihaknya telah memberikan kebebasan kepada program studi untuk menggantikan skripsi eksperimental dengan berbagai jenis program sejak satu semester yang lalu.
“Terkait dengan Permendikbudristek terbaru, kami melihat bahwa skripsi tidak dihilangkan atau dihapus, tetapi hanya bentuknya yang berubah. Skripsi atau tugas akhir yang diberikan kepada mahasiswa sebagai penentu kelulusan tidak harus lagi berbentuk skripsi yang biasanya melibatkan eksperimen,” kata Wafit.
Sejak satu semester yang lalu, UMBY telah menerapkan kebijakan ini dan menerbitkan surat keputusan Rektor yang menyatakan bahwa tugas akhir atau skripsi tidak harus berbentuk eksperimental untuk menjadi syarat kelulusan mahasiswa.
BACA JUGA:
Yogyakarta Darurat Sampah, Tipiring 30 Pembuang Sampah Sembarangan Belum Vonis Maksimal
Program studi di UMBY diberi keleluasaan untuk memutuskan apakah akan tetap menggunakan skripsi sebagai persyaratan kelulusan atau menggantinya dengan program-program lain yang lebih sesuai dengan minat dan manfaat mahasiswa. Program-program alternatif tersebut meliputi magang, kewirausahaan, pembuatan karya seni, pengembangan teknologi tepat guna, dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami memahami bahwa kemampuan mahasiswa beragam, ada yang lebih mahir dalam bidang enterpreneurship atau komunikasi daripada dalam menghadapi data atau eksperimen,” kata Wafit.
UMBY juga melihat bahwa banyak lulusannya telah sukses sebagai enterpreneur atau komunikator, sehingga skripsi eksperimental tidak selalu menjadi pilihan yang paling aplikatif.
BACA JUGA:
Kota Yogyakarta Sebar 2000 Dosis Vaksin Rabies setelah Terima 28 Laporan Gigitan Hewan
Walaupun UMBY memberikan kebebasan ini, masih ada sejumlah prodi yang mempertahankan skripsi sebagai persyaratan kelulusan, seperti Fakultas Psikologi dan Fakultas Ekonomi. Namun, beberapa prodi, seperti Fakultas Ilmu Komputer dan Komunikasi (FIKOM) serta Fakultas Pertanian dengan Program Studi Agroteknologi, telah menggantikan skripsi dengan program-program alternatif.
Wafit mengakui adanya potensi penulisan skripsi oleh joki. Untuk mengatasi masalah ini, UMBY telah menetapkan bahwa semua bentuk tugas akhir harus mematuhi batasan tingkat plagiarisme kurang dari 40 persen.
UMBY memiliki total sekitar 12 ribu mahasiswa dengan tiga jurusan favorit, yaitu Psikologi, Manajemen, dan Ilmu Komunikasi. Keputusan mengenai penggunaan skripsi sebagai persyaratan kelulusan masih menjadi kebijakan prodi yang merujuk pada profil lulusan masing-masing program studi. [aje/beq]






