Malang (beritajatim.com) -Universitas Negeri Malang (UM) memberikan pelatihan pada warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang, Senin (19/09/2022). Pelatihan unit kegiatan kerja kayu dan mebel itu dilakukan oleh tim dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M Custom Project) UM. Mereka mengasah bakat yang dimiliki warga binaan sebagai bekal untuk kembali ke masyarakat.
Pelatihan tersebut diikuti oleh 20 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dari setiap bimbingan kerja di Lapas. Mereka belajar terkait kayu yang terdiri dari interior dan eksterior, juga teori-teori mengenai teknik dalam bidang perkayuan. Bukan hanya pelatihan, tim LP2M UM juga memberi alat-alat guna memaksimalkan hasil dari karya tersebut. Seperti mesin penghalus, grinder, bor serta alat-alat yang mempermudah pengerjaan.
[berita-terkait number=”3″ tag=”um-malang”]
Ansyorie, dosen pendamping dari LP2M UM menjelaskan, acara tersebut sebagai langkah untuk memberikan bekal keterampilan bagi warga binaan agar bisa diterapkan saat kembali di tengah masyarakat. “Saya selaku perwakilan dari UM sangat berterimakasih kepada Kepala Lapas Kelas I Malang yang telah memberikan izin untuk pengabdian kepada WBP Lapas Kelas I Malang. Harapannya para WBP bisa mengaplikasikan pelatihan ini dengan baik dan maksimal,” ucap Ansyorie.
Ansyorie juga sangat senang bisa memberikan ilmu kepada WBP di Lapas Kelas I Malang. “Saya sangat senang dapat berbagi dengan WBP di Lapas ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Malang Heri Azhari mengatakan akan selalu mendukung penuh kegiatan yang dilakukan bidang kegiatan kerja untuk memberikan bekal keterampilan kepada WBP. “Supaya mereka mempunyai bekal keterampilan yang memadai untuk bisa hidup di masyarakat,” tegas Heri Azhari. [dan/suf]






