Lamongan (beritajatim.com) – Petugas Damkar Lamongan berhasil mengevakuasi dua ekor sanca berukuran besar di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Dua ular sanca itu muncul dari dua lokasi yang berbeda.
Ular sanca pertama ditemukan di kandang ayam milik Mulki Sulaiman (30), warga Desa Penanjan, Kecamatan Paciran. Panjang dari ular sanca itu mencapai lebih kurang 2 meter.
Kabid Damkar Satpol PP Lamongan Siswanto menyampaikan, awalnya pemilik kandang tak menyadari jika terdapat ular sanca yang telah menyatroni kandang ayamnya. Hanya saja, kala itu sang pemilik sempat mendengar suara ramai dari ayam-ayam di kandangnya yang tak seperti biasanya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”ular”]
“Dengan ramainya ayam yang ada di kandangnya, kemudian pemilik yang saat itu masih berada di rumah segera mencari penyebab mengapa ayam-ayam tersebut berhamburan dan terlihat ramai,” ujar Siswanto, Selasa (29/11/2022).
Setibanya di kandang, tutur Siswanto, pemilik dikagetkan dengan keberadaan ular sanca yang berukuran sekitar 2 meter. Lantaran rak berani melakukan evakuasi sendiri, pemilik kandang kemudian menghubungi petugas Damkar Korwil Paciran agar mengevakuasi ular tersebut. “Kami menerjunkan 4 petugas Damkar dari Korwil Paciran. Alhamdulillah, dalam waktu sekitar setengah jam, ular berhasil kami evakuasi,” terang Siswanto.

Sementara, Siswanto mengungkapkan, di tempat berbeda, tepatnya di atap rumah milik Mutaqin (40), warga Desa Banjarwati Kecamatan Paciran, Lamongan, petugas Damkar kembali dihubungi dengan kemunculan ular serupa.
Menurut Siswanto, ular sanca kedua ini memiliki panjang lebih kurang 2,5 meter. Akhirnya, usai berhasil mengevakuasi ular di kandang ayam, petugas Damkar pun langsung menuju ke lokasi kedua untuk mengevakuasi ular tersebut.
“Ular kedua juga dari jenis Sanca dengan ukuran sekitar 2,5 meter yang ada di atap rumah milik Mutaqin, warga Desa Banjarwati. Ular ini juga berhasil kami evakuasi,” ungkap Siswanto.
Dikatakan Siswanto, ular jenis sanca ini kerap ditemukan di wilayah Lamongan yang kemudian merambah ke permukiman warga. Padahal dari pengakuan warga, ia menyebut, tidak ada yang memelihara ular sanca di sekitar lokasi ditemukannya ular tersebut. “Dimungkinkan ular-ular yang ditemukan di pemukiman, utamanya di Kecamatan Paciran ini karena mereka keluar dari hutan untuk mencari makanan,” imbuhnya.
Oleh karenanya, Siswanto mengimbau kepada seluruh warga di Lamongan agar segera melapor ke petugas apabila mendapati hewan melata yang masuk ke permukiman. “Para warga agar langsung menghubungi petugas jika memang melihat keberadaan hewan-hewan yang membahayakan nyawa manusia,” tandasnya.[riq/kun]






