Surabaya (beritajatim.com) – Ubaya (Universitas Surabaya) meresmikan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP P-1), Selasa (6/6/2023). Peresmian ditandai dengan pemberian lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesional (BNSP) kepada Rektor Dr Benny Lianto di Perpustakaan Ubaya.
Benny menyebut, hadirnya lembaga ini merupakan upaya Ubaya dalam mendukung program pemerintah melalui BNSP. Menurutnya, LSP-P1 ini menjadi bentuk komitmen untuk menghasilkan lulusan dengan kualitas terbaik.
“Lulusan Ubaya tidak hanya mendapat ijazah dan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), namun juga mendapat sertifikasi. Ini akan jadi poin plus agar mereka bisa diterima di dunia kerja,” jelasnya.
Ia menambahkan, LSP-P1 Ubaya akan terus menjaga kredibilitas proses sertifikasi. Ia berharap, melalui LSP-P1 ini dapat menghasilkan lulusan Ubaya yang siap bersaing menghadapi tantangan era revolusi industri 4.0 ke depan. “Hal ini dilakukan agar lulusan Ubaya yang telah tersertifikasi benar-benar memiliki kompetensi yang diakui oleh perusahaan,” katanya.
Sementara Direktur LSP P-1 Ubaya Drs Norbertus Purnomolastu, menjelaskan, proses pembentukan LSP P-1 membutuhkan waktu selama sembilan bulan. Dari proses tersebut, sebanyak 24 dosen telah lulus sertifikasi sebagai asesor. “Para asesor ini berhak melakukan asesmen terhadap para mahasiswa Ubaya,” imbuhnya.
BACA JUGA:
KSM Fakultas Hukum Ubaya Bahas Media Sustainability untuk Hadapi Tantangan Digitalisasi Pers
Ia memaparkan, dosen yang menjadi asesor akan melakukan skema sertifikasi sesuai bidangnya. Ada 11 skema sertifikasi LSP P-1, antara lain Okupasi Supervisor Hubungan Industrial, Okupasi Staf Operasional Kredit Perbankan, dan Okupasi Staf (Administrasi) Sumber Daya Manusia.
Kemudian Okupasi Teknisi Perpajakan Pajak Penghasilan Orang Pribadi, Klaster Pengelolaan Cara Produksi Pangan Olahan Baik (CPPOB), Klaster Digital Marketing, Okupasi Programmer, Okupasi Junior Fashion Designer, Okupasi Akuntansi Muda, Okupasi Public Relation Officer, danOkupasi Administrative Assisstant.
BACA JUGA:
Dosen Politeknik Ubaya Bantu Tingkatkan SDM Bumdes Joyo Mulyo Pasuruan
Sedangkan Wakil Ketua BNSP Miftakul Azis mengatakan, sertifikat yang akan diberikan kepada mahasiswa yang lulus sertifikasi LSP-P1 akan bertandatangan BNSP. Hal ini membuat pemegang sertifikasi yang memiliki kompetensi dijamin negara.
“Peran LSP P-1 di perguruan tinggi menekankan salah satu implementasi IKU (Indikator Kinerja Utama), yakni Tracer Study. Sehingga, keberadaan LSP P-1 bisa menjadi lembaga yang ditugaskan untuk menyiapkan data terbaru terkait dengan seberapa jauh keberterimaan lulusan Ubaya di lingkup profesi,” terangnya. [ipl/suf]






