Ringkasan Berita:
- Ubaya putra dan putri kompak melaju ke final Campus League 2026 regional Surabaya.
- Tim putri Ubaya menang telak atas Universitas Brawijaya 105-19.
- Tim putra Ubaya menumbangkan tuan rumah Unesa dengan skor 87-20.
- Campus League dinilai menjadi langkah strategis membangun ekosistem basket kampus.
Surabaya (beritajatim.com) – Persaingan sengit mewarnai babak semifinal Campus League 2026 regional Surabaya yang berlangsung di GOR Basket Universitas Negeri Surabaya, Selasa (28/4/2026).
Kompetisi basket antarkampus yang diikuti 17 perguruan tinggi dengan total 16 tim putra dan 8 tim putri itu kini memasuki fase krusial, dengan sejumlah tim memastikan tiket menuju partai puncak.
Di sektor putri, Universitas Ciputra Makassar berhasil melaju ke final setelah menundukkan Universitas Airlangga dengan skor 52-39.
Mereka akan menghadapi Universitas Surabaya (Ubaya) yang tampil luar biasa usai menghancurkan Universitas Brawijaya dengan skor telak 105-19.
Dominasi Ubaya putri menjadi sorotan utama setelah memperlihatkan permainan agresif, solid, dan efektif sejak awal laga hingga akhir pertandingan.
Pelatih Ubaya, Wellyanto Pribadi, mengakui kemenangan besar tersebut tetap menyisakan sejumlah evaluasi.
“Kami masih melihat banyak hal yang perlu dievaluasi untuk meningkatkan kualitas permainan,” ujarnya.
Pemain andalan Ubaya, Evelyn Fiyo, tampil impresif dengan torehan 18 poin, sementara kapten tim Mayviana Lysandra menegaskan kesiapan penuh timnya untuk menghadapi final.
Di sektor putra, Universitas Cendrawasih memastikan tiket final setelah menaklukkan Universitas Negeri Malang dengan skor 92-63.
Tim asal Papua tersebut akan menghadapi Ubaya yang kembali menunjukkan superioritas usai membantai tuan rumah Unesa dengan skor mencolok 87-20.
Ubaya putra tampil sangat dominan dalam pertahanan maupun serangan, membuat Unesa kesulitan mengembangkan ritme permainan sejak kuarter pertama.
Kapten Ubaya, Albert Richard, menilai kekompakan tim serta proses regenerasi pemain menjadi fondasi utama konsistensi mereka.
“Kami selalu bermain dengan effort maksimal dan fokus pada instruksi pelatih,” katanya.
Pelatih Ubaya, Ivan Widianto Tjahjono, menambahkan bahwa timnya telah menyiapkan strategi matang untuk menghadapi kekuatan Universitas Cendrawasih di final.
“Karakter permainan mereka sudah kami pelajari. Kami siapkan cara untuk mengantisipasi tekanan yang mereka berikan,” jelasnya.
Sementara itu, Head of Competition Campus League, Dave Leopold, menyebut Surabaya layak menjadi salah satu pusat perkembangan basket kampus nasional.
Menurutnya, Campus League bukan hanya sekadar turnamen, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun budaya kompetisi dan pembinaan atlet basket di lingkungan perguruan tinggi.
Dengan performa impresif dari sektor putra dan putri, Ubaya kini menjadi kandidat kuat untuk mendominasi Campus League 2026 regional Surabaya sekaligus mempertegas reputasinya sebagai kekuatan utama basket kampus. [can/beq]







