Malang (beritajatim.com) – Universitas Brawijaya (UB) Malang menempati rangking keempat dunia dalam kategori universitas ramah disabilitas. Penghargaan tersebut diberikan oleh Unesa-Dimetric (Disability Inclusion Metrics).
Unesa-Dimetric adalah pemeringkatan kampus ramah disabilitas yang terdiri 125 perguruan tinggi di dunia. Rektor UB Prof. Widodo, SSi,MSi,PhD,Med.Sc memberikan apresiasinya atas keberhasilan UB mendapat rangking 4 dunia sebagai kampus ramah disabilitas versi pemeringkatan UNESA-Dometric.
“UB sudah berkomitmen untuk terus mewujudkan lingkungan kampus yang ramah bagi penyandang disabilitas. Saya mengapresiasi kinerja semua pihak atas raihan ini,” jelasnya, Jumat (9/12/2022).
Sementara itu, menurut Prof. Dr. Nadi Suprapto, Ph.D., Ketua Satuan Klasterisasi dan Pemeringkatan Unesa Dimetric, mengatakan bahwa hal itu sebagai adalah langkah awal untuk menciptakan kampus ramah disabilitas. “Dimetric ini sebagai aksi nyata dari komitmen Unesa untuk sama-sama mewujudkan aksesibilitas dan kualitas layanan bagi penyandang disabilitas,” urainya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”ub-malang”]
Dia menambahkan, total 125 perguruan tinggi di dunia yang menjadi partisipan UNESA-Dimetric 2022. Mereka melalui tahapan registrasi mulai 15 Agustus sampai 2 November 2022 lalu. Mereka lalu masuk dalam tahap penilaian pada periode 7 November 2022.
“Ada 10 indikator yang diterapkan dalam penilaian meliputi kepemimpinan, perencanaan strategis, kebijakan khusus inklusi, kelembagaan, kerja sama organisasi disabilitas, sarana-prasarana, akomodasi yang layak, siswa-karyawan, pendidikan dan penelitian-pengabdian masyarakat,” jelas Ketua UNESA-Dimetric itu. [dan/suf]
Hasil penilaian secara berturut-turut yaitu:
1. Open University, UK dengan skor 90,94.
2. University of Alicante, Spanyol dengan skor 90,28.
3. UNESA, Surabaya dengan skor 89,56.
4. Universitas Brawijaya, Malang dengan skor 82,89.
5. The University of Sydney, Australia dengan skor 81.00.






