Malang (beritajatim.com) – Berbagai upaya teknis dilakukan Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang untuk menjaga stabilnya distribusi layanan ke pelanggan. Termasuk diantaranya dengan memaksimalkan operasional pompa yang ada.
“Kami juga mengatur out flow ke Tandon Mojolangu sehingga ada tambahan lebih ke Tandon Buring Bawah,” kata Direktur Utama Perumda Tugu Tirta, M Nor Muhlas melalui keterangan tertulis, Minggu, (18/9/2022).
Out flow ke Tandon Mojolangu bisa disiasati, lantaran suplai ke reservoir tersebut sudah terbantu dengan adanya aliran dari Sumur Betek 20 Liter per detik (Lps) dan dari Sumur Tlogomas (20 Lps). Muhlas menambahkan, pihaknya juga melakukan pemasangan pompa tambahan dari Buring Bawah ke arah Buring Tengah dengan kapasitas 20 sampai dengan 40 Lps.
[berita-terkait number=”5″ tag=”tugu-tirta”]
“Dipasang secara bertahap dengan pertimbangan jumlah inflow air baku. Lalu tahap berikutnya juga diarahkan dari Buring Tengah ke Buring Atas,” papar Muhlas.
Upaya tersebut dilakukan untuk mengcover layanan kepada pelanggan, utamanya yang berada di wilayah Kecamatan Kedungkandang. Selain itu, Perumda Tugu Tirta saat ini juga mengebut pemasangan pompa 2 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) 2 Sawojajar yang ada di area kantor pusatnya. “Terus dipercepat, sehingga nanti efektif mengcover layanan area Sawojajar dan sekitarnya,” tandas Muhlas.
Sedangkan dengan area lain di penjuru Kota Malang. Muhlas menjelaskan bahwa saat ini sudah mulai dijalankan proyek SPAM 3 dengan sejumlah titik yang tersebar. Diantaranya ada di kawasan Joyoagung, Sumber Juwet Dieng, Terminal Mulyorejo dan daerah Kebonsari.
“Jika semua pengeboran sukses dilakukan, Insyallah akan menambah produksi air baku kita secara signifikan. Ini merupakan bagian dari upaya percepatan layanan air minum 100 persen untuk masyarakat,” tandasnya. (luc/kun)






