Pasuruan (beritajatim.com) – Suasana heritage makin kental terasa setelah tugu jam klasik terlihat berdiri di simpang empat penjara Kota Pasuruan. Tugu jam yang digadang-gadang menjadi ikon baru Kota Pasuruan ini dipasang tepat menjelang tahun baru 2022.
Wali Kota Pasuruan, Saifullah Yusuf mengungkapkan tujuan digantikannya Tugu Adipura menjadi tugu jam untuk menonjolkan sisi heritage dari Kota Pasuruan. Menurut Gus Ipul, tugu jam menyimbolkan perjalanan sejarah kota yang sempat menjadi pusat perdagangan di era kolonial.
Selain itu, Gus Ipul berharap jika berdiri tugu jam bisa jadi ikon baru yang bisa memperindah Kota Pasuruan. Hasil riset literatur dan foto mengatakan bahwa tugu jam sudah melekat di kehidupan massa lalu.
“Dari hasil riset literatur dan foto, ikon tugu jam memang sudah melekat di kehidupan massa lalu Kota Pasuruan. Tugu Jam sejak dulu sudah mewarnai sejarah perjalanan Kota Pasuruan,” ujar Gus Ipul.
Selain menjadi ikon sejarah Kota Pasuruan, kehadiran tugu jam juga diharapkan jadi penanda agar masyarakat lebih disiplin. Terutama bagi ASN, yang disinggung Gus Ipul kurang disiplin dan kerap ngopi saat jam kerja.
“Untuk para PNS, ini jadi sebuah ajakan agar lebih disiplin menghargai waktu. Sementara, bagi warga masyarakat, ayo kita lebih berkomitmen terhadap waktu,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pasuruan”]
Lantas dimanakah sekarang keberadaan Tugu Adipura yang sudah digantikan dengan tugu jam. Terkait keberadaan Tugu Adipura, mantan wakil Gubernur Jawa Timur itu mengungkapkan jika dia akan tetap mempertahankan simbol kebersihan Kota Pasuruan tersebut. Hanya saja Tugu Adipura itu dipindahkan ke Taman Kota Pasuruan.
“Tugu Adipura tetap penting sebagai simbol ajakan agar kita selaku menjaga lingkungan dan mencintai kebersihan. Sehingga tetap dipasang di Taman Kota,” pungkasnya. [ada/but]






