Reggio Emilia (beritajatim.com) – Kemenangan 2-0 atas Moldova dni hari tadi sekaligus mengakhiri kebersamaan Luciano Spalletti dengan timnas Italia. Ya, pelatih 66 tahun tersebut dipecat dan rumornya akan digantikan oleh Claudio Ranieri.
“Aku meminta para pemain untuk menang di laga perpisahan (melawan Moldova, Red) dan mereka melakukannya dengan baik. Aku yakin tim ini bisa ke Piala Dunia 2026 dengan atau tanpa aku,” papar Spalletti dilansir Football Italia.
Belum ada konfirmasi resmi dari FIGC (PSSI-nya Italia) terkait penunjukan Ranieri. Tetapi, tugas berat sudah menanti mantan pelatih Leicester City, AS Roma, Juventus, Chelsea, dan Inter Milan itu.
Di grup I, Italia saat ini baru mengemas 3 poin dengan memainkan 2 laga. Mereka tertinggal 9 poin dari Norwegia yang memuncaki klasemen dengan 4 laga alias sapu bersih.
Dengan hanya juara grup yang berhak lolos langsung ke putaran final Piala Dunia, peluang Italia bisa dibilang nyaris 0. Sebab, selain harus sapu bersih 6 laga tersisa, mereka juga berharap agar Norwegia setidaknya menelan 2 kekalahan dari 4 laga mereka berikutnya.
Tampaknya, lolos melalui jalur playoff lebih masuk akal bagi Italia. Itu bisa diraih dengan menjadi runner-up grup. Saat ini, di grup I ada Israel yang bercokol di posisi 2 dengan 6 poin hasil dari 3 laga.
Tekanan Ranieri semakin bertambah lantaran Italia telah gagal ke dua edisi terakhir Piala Dunia (2022 & 2018). Ya, kegagalan Italia kala itu semuanya terjadi ketika Gli Azzurri berjuang via playoff.
Tetapi, The Tinkerman–julukan Ranieri–memang terbiasa dengan tekanan. Dia beberapa kali sukses memenuhi ekspektasi, bahkan menciptakan kejutan, dalam karier kepelatihannya. Yang terbesar tentu saja ketika membawa Leicester kampiun Premier League 2015–2016.
Dia juga pernah membawa Fiorentina dan Cagliari Calcio promosi ke Serie A. Itu belum termasuk ketika membawa Juventus kembali merasakan Liga Champions musim 2008–2009.
“Ranieri tipikal pelatih yang bisa memberikan hasil tepat bagi tim Anda. Pengalamannya luar biasa. Jika memang dia yang dipilih, aku akan jadi orang pertama yang menyelamatinya,” ucap Spalletti. (dio)






