Magetan (beritajatim.com) – Truk bermuatan besi dengan berat sekitar 3 ton terguling di Jalan Raya Sarangan pada Senin (26/8/2024) sekitar pukul 15.00 WIB. Lokasi tepatnya di Tikungan Payung, masuk Kelurahan Plaosan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan.
Truk dengan nomor polisi K 9910 RP tersebut dikemudikan oleh Suparjo (48), warga Desa Kedungjeruk, Mojogedang, Karanganyar. Berdasarkan keterangan saksi, truk yang membawa muatan besi seberat 3 ton melaju dari arah Karanganyar ke arah Plaosan atau barat menuju timur.
Saat memasuki tikungan payung yang menurun, truk mengalami masalah pada sistem rem sehingga hilang kendali dan terguling ke kanan.
Akibat kecelakaan ini, pengemudi truk mengalami luka lecet pada siku kanan. Selain itu, truk mengalami kerusakan cukup parah pada bagian kaca depan yang pecah dan bodi samping kanan yang penyok.
Petugas Pos Lantas Plaosan Magetan, Bripka Dergantiana, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. “Kecelakaan ini diduga akibat rem blong. Pengemudi sudah kami mintai keterangan dan saat ini truk sudah dievakuasi,” ujarnya.
Sementara Suparjo mengaku jika ada gangguan rem dari truk engkel yang dikemudikannya. ”Sampai sini blong, saya mau banting stir malah terguling. Ini saya mau kirim ke Madiun dan Bojonegoro. Ada beberapa nota,” katanya.
Diketahui, tak hanya sekali ini terjadi kecelakaan di Tikungan Payung Jalan Tembus. Tahun lalu. sebuah truk muatan tiner dan cat terguling usai gagal menanjak di Jalan Raya Plaosan-Sarangan atau Jalan Tembus Plaosan-Cemoro Sewu, Selasa (21/2/2023) pukul 01.00 WIB. Akibatnya muatan cat dan tiner langsung tumpah ke jalan raya dan meluber hingga membuat jalan jadi licin di jalur yang menanjak itu.
Sejumlah pengguna jalan nyaris tergelincir dan celaka imbas melalui jalan yang kena tumpahan cat dan thinner itu. Yang kesulitan adalah kendaraan roda dua yang membawa muatan. Beruntung warga bersiaga di sekitar lokasi untuk membantu pengendara yang nyaris tergelincir.
Diketahui truk box nopol L9968 UA yang terguling itu dikemudikan oleh Putra (23) warga Pandeglang Banten, Jawa Barat. Putra menerangkan dirinya hendak mengirimkan 5 ton cat ke Purwokerto dan Cirebon, namun karena tidak hafal jalan memakai aplikasi google map. Di google map, dia diarahkan lewat Jalan raya Sarangan-Tawangmangu atau Jalan Tembus.
Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, khususnya yang melintas di jalur Sarangan, untuk selalu berhati-hati dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Selain itu, pengemudi juga dihimbau untuk rutin memeriksa kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan, terutama sistem pengereman. [fiq/beq]






