Ponorogo (beritajatim.com) – Trotoar sisi selatan Jalan Urip Sumoharjo Ponorogo berjejer pohon Baobab. Ya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat menanam pohon yang bisa bertahan hidup hingga 1.000 tahun itu, supaya sisi selatan tersebut teduh dan hijau.
Setidaknya keteduhan itu, bakal bisa dinikmati jika pohon mulai semi. Jenis pohon yang ditanam di trotoar bagian selatan itu memang dibuat beda dengan trotoar sisi utara jalan yang ditanami pohon Pule. Dipilihnya pohon yang spesies aslinya berasal dari Madagaskar, Afrika daratan dan Australia itu, sengaja ditanam untuk menambah variasi tanaman di Jalan Urip Sumoharjo.
[berita-terkait number=”5″ tag=”ponorogo”]
“Trotoar sisi utara pohon Pule dan sisi selatan pohon Baobab. Di sisi selatan sengaja ditanam jenis lain supaya tanaman di Jalan Urip Sumoharjo lebih bervariasi,” kata Kabid Pengelolaan Sampah dan Pertamanan DLH Kabupaten Ponorogo, Kamsun, Selasa (28/03/2023).
Selain untuk lebih bervariasi, pohon Baobab itu penanaman dan pemeliharaannya relatif lebih mudah. Namun, untuk penanaman pohon ini, petugas dari DLH Ponorogo harus menggunakan alat bantu. Sebab, pohon itu sudah lumayan besar dan tinggi. Dengan adanya pohon Pule dan pohon Baobab itu, diharapkan trotoar di Jalan Urip Sumoharjo bisa lebih teduh. “Sama seperti pohon Pule, penanaman pohon Baobab ini cukup mudah,” katanya.
DLH Ponorogo, kata Kamsun sudah menyiapkan setidaknya 50 pohon Baobab untuk ditanam sepanjang sisi selatan trotoar Jalan Urip Sumoharjo. Hingga hari ini, setidaknya sudah ada 25 pohon Baobab yang ditanam. Penyedia saat ini sedang mengambil pohon tersebut ke luar kota. “Pagu anggaran yang disiapkan untuk pengadaan pohon Baobab ini senilai Rp 200 juta,” pungkasnya. (end/kun)






