Malang (beritajatim.com) – Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 132 jiwa dan ratusan orang terluka hingga kini terus menjadi perhatian publik. Banyak pihak mendukung supaya peristiwa memilukan pada Sabtu (1/10/22) malam lalu diusut tuntas.
Salah satunya dukungan datang dari Kongres Advokat Indonesia (KAI). Presiden KAI Erman Umar SH, menegaskan akan mengawal kasus ini hingga tuntas.
Hal ini disampaikan oleh Erman Umar, ketika meninjau langsung lokasi Tragedi Kanjuruhan bersama Tim KAI, Sabtu (15/10/22) petang. Erman bersama tim dan anggota KAI juga menyempatkan berdoa di bawah Patung Singa Tegar.
“Sejak dua hari setelah kejadian, kami sudah meminta DPD KAI Jawa Timur untuk mengawal kasus ini dengan membentuk tim. Siapapun yang meminta bantuan harus dibantu. Apakah bantuan bentuk pidana atau perdata, termasuk hak-hak para korban yang harus dipenuhi,” ungkap Erman Umar SH, Sabtu (15/10/2022) di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang.
Kata Erman, atas tindaklanjut perintah pengawalan Tragedi Kanjuruhan, DPC KAI di Jawa Timur langsung bergerak. Seperti DPC KAI Malang, Tulungagung, Kediri, Sidoarjo dan Surabaya.
Selain menerima pengaduan secara person, juga jemput bola ke para korban untuk memberi pendampingan. KAI akan mendampingi dan mengawal semua korban.
“Ini sudah menjadi kewajiban moral kami (KAI) untuk memberi pendampingan pada para korban. Pengawalan akan kami berikan sejauh mana yang kami bisa. Termasuk upaya-upaya hukum akan kami lakukan,” tegasnya.
Disinggung terkait hasil penyidikan dari Tim Mabes Polri dan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF), Erman mengatakan bahwa belum mendapatkan fakta yang berbeda.
“Namun ketika nantinya ada masukan yang tidak benar, kita akan melakukan advokasi hukum. Artinya menuntut sesuatu yang tidak benar atau ditutupi, ataupun adanya diskriminatif maka kami akan lakukan advokasi secara umum,” jelasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”tragedi-kanjuruhan”]
“Kami dari KAI mengimbau supaya penyidik (Tim Penyidik Mabes Polri, red) dan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta untuk adil dan independen dalam menangani kasus ini. Karena KAI akan mengawal dan ingin kasus ini diusut sampai tuntas,” sambungnya.
Erman berharap Tragedi Kanjuruhan ini menjadi pembelajaran. Baik pemerintah, pihak penyelenggara sepakbola ataupun aparat keamanan.
Karena korban dalam Tragedi Kanjuruhan ini adalah terbanyak kedua tingkat dunia dalam sejarah olahraga sepakbola. Sehingga harus ada tindakan sampai tuntas supaya tidak terulang lagi. [yog/but]






