Malang (beritajatim.com) – Ada ribuan saluran irigasi di Kabupaten Malang. Berharap sumber mata air tetap mengalir, Pemerintah Kabupaten Malang gencar menyerukan bersih-bersih saluran irigasi atau biasa disebut Tradisi Susuk Wangan.
Susuk Wangan merupakan tradisi membersihkan saluran air. Diharapkan, tradisi itu mampu menormalisasi saluran irigasi yang berada di 33 kecamatan se wilayah Kabupaten Malang.
“Kita bekerjasama dengan Himpunan Petani Pemakaian Air (HIPPA) di 33 kecamatan untuk operasional dan pemeliharaan jaringan irigasinya,” ungkap Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPU-SDA) Kabupaten Malang, Khairul Kusuma, Rabu (21/6/2023).
Khairul menjelaskan, petani yang bergabung di gapoktan kerapkali menjadi anggota HIPPA bersama sama melakukan sebuah tradisi Susuk Wangan. Dimana tradisi ini, lebih bertumpu agar masyarakat, bersama sama membersihkan saluran air dan normalisasi jaringan irigasi dengan tenaga manusia.
“Ini luar biasa, hasilnya pasti maksimal, biayanya juga murah meriah. Kami lakukan dua kali seminggu di setiap UPT di semua kecamatan,” tegasnya.
BACA JUGA:
Vermin Bawaslu Malang Belum Temukan Bacaleg Berijazah Palsu
Tradisi Susuk Wangan ini, kata Khairul Kusuma, mulai dari pembersihan rumput, semak, dan sampah di saluran irigasi, agar kondisinya kembali normal.
“Disamping seluruh wilayah, juga kebetulan ada lomba di saluran irigasi Ngajum, maka kami BKO-kan 6 UPT ke Ngajum untuk mensupport itu. Mulai pengecatan hingga pembersihan rumput yang mengambang, ” Khairul menutup. [yog/but]






