Lumajang (beritajatim.com) – Sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri, warga Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali bersiap menyambut tradisi Lebaran Ketupat atau dikenal juga dengan sebutan Bodho Kupat. Perayaan ini rutin digelar setiap tahun pada hari ketujuh setelah Idul Fitri, dengan tradisi utama makan bersama hidangan ketupat dan lontong.
Menjelang perayaan tersebut, jalan-jalan di Lumajang mulai dipenuhi pedagang musiman yang menjajakan janur—daun kelapa muda—bahan utama pembungkus ketupat. Salah satu lokasi yang ramai pedagang janur adalah sepanjang Jalan dr Soetomo, Kelurahan Tompokersan. Dari pantauan, mayoritas pedagang berasal dari Desa Barat, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang.
Pedagang janur biasanya mulai muncul sejak hari keempat setelah Lebaran. Permintaan meningkat pesat seiring banyaknya warga yang mempersiapkan hidangan ketupat sebagai menu utama saat Lebaran Ketupat.
“Ini ada juga daun pisang yang dijual untuk bahan pembuatan lontong, tapi yang paling banyak ini ada janur sama ketupat yang sudah dirangkai. Biasanya memang selalu jualan di sini setiap tahunnya, kebanyakan penjual ini kami satu kampung,” terangnya, Jumat (4/4/2025) saat berjualan.
Janur yang dijual umumnya sudah dalam kondisi siap pakai, berwarna kekuningan dan lentur. Beberapa pedagang bahkan menyediakan ketupat yang sudah dirangkai bagi pembeli yang tidak ingin repot membuatnya sendiri. Harga janur bervariasi, mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 15 ribu tergantung jumlah dan bentuk.
“Sudah tiga hari ini jualan janur, biasanya mulai pagi sampai sore. Alhamdulillah sudah bisa jual sampai 1.000 tangkai. Ini buat satu ikat itu Rp 5 ribu satu ikat yang isi 10 janur. Tapi kalau sudah bentuk ketupat itu Rp 15 ribu dapat 10 buah ketupat,” tambahnya.
Kehadiran para pedagang ini pun disambut positif warga. Selain mempercepat proses persiapan, warga merasa terbantu karena tidak perlu merangkai janur sendiri.
“Ya sangat terbantu dengan adanya pedagang janur musiman ini, kalau nggak malas ya tinggal beli janurnya, kalau malas bisa langsung beli yang sudah jadi. Sampai rumah ya tinggal di isi beras sendiri dan tinggal direbus, tidak repot merangkai lagi,” ungkap Mega, seorang pembeli. [has/beq]






