Jember (beritajatim.com) – Hendy Siswanto, calon bupati petahana nomor urut 1, kembali menegaskan komitmennya untuk menolak tambang emas di Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ia ingin agar komoditas kopi yang digarap rakyat di sana dikembangkan.
Hal ini diungkapkan Hendy saat bertemu dengan tiga tokoh ulama saat menghadiri pemberangkatan 39 anggota jemaah umrah Lora Tantowi, di Kecamatan Sukowono, Kamis (3/10/2024). Tiga tokoh itu adalah mantan wakil bupati Jember KH Abdul Muqit Arief, KH Farid Mujib, dan KH Jauhari.
“Saat sekarang ini tidak perlu menambang. Kalau mau sejahtera, kenapa harus merusak alam? Ini prinsip yang kita pegang bersama-sama. Kalau saat ini dengan cara menambang, pasti akan merusak alam. Di atasnya ada tanaman kopi yang sangat subur. Sudah jangan diganggu-ganggu, karena kopi sudah berkah,” kata Hendy.
Komitmen pasangan Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman dalam menolak tambang emas di Kecamatan Silo adalah komitmen berkelanjutan yang tak bisa ditawar. Mereka berkomitmen agar kandungan emas dalam tanah Silo dibiarkan untuk generasi selanjutnya.
Hendy justru ingin mengembangkan komoditas kopi di Silo. “Hulu hilirnya diselesaikan. Masih banyak pekerjaan rumah untuk menyejahterakan masyarakat dengan komoditas yang ada sekarang. Kopi masih melimpah ruah. Tembakau perlu dimanajemen lagi agar ada added value di situ,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Hendy mendapat pesan dari para kiai yang berharap pasangan petahana bisa terpilih kembali. Mereka berkomitmen mendukung pembangunan Jember berkelanjutan,
“Kiai Muqit menyampaikan dukungan penuh untuk saya dan Gus Firjaun. Ukurannya sederhana. Beliau menyampaikan, apa yang sudah dilakukan dalam 3,5 tahun ini belum cukup menyelesaikan semuanya. Apalagi dipotong Covid satu tahun,” kata Hendy.
Hendy berharap didukung setidaknya 80 persen masyarakat Silo. “Semua sudah merasakan hasil pembangunan selama ini, meskipun (Hendy-Firjaun memimpin) hanya 2,5 tahun saja,” katanya. [wir]






