Surabaya (beritajatim.com) – Tokoh Muda NU, Ubaidillah Amin (Gus Ubaid) ikut buka suara terkait kasus pemukulan yang dilakukan oknum anggota TNI di Boyolali kepada sejumlah anak muda usai konvoi kampanye salah satu pasangan calon di Pilpres 2024.
“Menurut pendapat pribadi saya, tak perlu dikaitkan dengan politik. Apalagi asumsi itu muncul dari mantan pemimpin tertinggi TNI dan Sekjen PDIP yang notebene menyangkut anak buahnya yaitu relawan paslon Ganjar-Mahfud,” kata Gus Ubaid yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Annuriyyah Kaliwining Jember ini kepada Beritajatim.com, Sabtu (6/1/2024).
Menurut Gus Ubaid yang juga Pengurus Lajnah Falakiyah PBNU ini, kasus pemukulan ini diserahkan saja kepada pihak berwenang. “Toh, kabarnya awal mula ini terjadi karena ulah mereka sendiri yang membuat kebisingan di depan markas TNI yang merupakan tempat disiplin dan tertib,” tuturnya.
“Jadi, saya berharap seluruh pihak menahan diri dan tak berasumsi yang macam-macam lantaran hal ini dapat menyebabkan fitnah,” imbuhnya.
Gus Ubaid mengaku masih yakin kepada TNI dan Polri bekerja secara professional dan tidak ikut bermain politik. “KASAD Jenderal Maruli Simanjuntak sudah menjelaskan secara gamblang semalam di salah satu acara TV bagaimana kronologi kejadiannya,” lanjutnya.
Menurut Gus Ubaid, TNI sudah sabar dalam bertindak. Ada sekelompok orang yang secara sengaja memancing kemarahan TNI di Boyolali.
“TNI sudah sabar menurut saya, berkali-kali mereka menyengaja memancing kemarahan TNI di Boyolali. Jadi, pesan saya di tengah suasana yang sensitif ini kita gunakan kampanye yang memuat pesan kedamaian dan tidak kontraproduktif. Ini agar tidak menimbulkan provokasi, sehingga berdampak negatif terhadap situasi dan kondisi keamanan di wilayah,” pungkasnya. (tok/ian)






