Surabaya (beritajatim.com) – Tokoh Madura di Surabaya, Mat Mochtar mengimbau kepada siapapun para pengganggu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa agar tidak berkoar-koar menyebut gubernur terlibat kasus dana hibah.
“Siapapun itu saya tidak peduli. Tolong jangan berkoar-koar. Saya akan melawan. Sepakat? Karena apa. Ini karena Bu Khofifah tidak pernah menjadi tersangka, Bu Khofifah tidak melakukan korupsi. Tolong jangan menghasut orang untuk ikut aksi demo 3 September di depan Grahadi. Jawa Timur lain sama Pati. Pemimpin di Jatim tidak pernah arogan, pemimpinnya santun, sopan dan menghargai semua orang,” tegas Mat Mochtar melalui video yang viral beredar di sosial media, Sabtu (23/8/2025).
Selain Mat Mochtar, sejumlah elemen masyarakat Jatim lainnya juga membulatkan tekad untuk mempertahankan kepemimpinan Khofifah-Emil sampai akhir masa jabatannya.
Elemen-elemen itu di antaranya adalah Sakera, Promeg Jawa Timur, Pemuda NTT di Jawa Timur, Probos Nusantara Jawa Timur dan Asosiasi UMKM bersatu. “Ini yang deklarasi mendukung kepemimpinan Bu Khofifah bukan orang yang celometan, tapi jadi panutan masyarakat di Jatim,” tutur Mat Mochtar.
Pernyataan sikap ini menanggapi adanya rencana aksi demo dari kelompok masyarakat yang mengatasnamakan Jawa Timur Menggugat pada 3 September 2025 nanti di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya. Aksi dimotori tiga orang, M Sholeh, Musfik dan Acek Kusuma.
Tuntutan mereka adalah penghapusan Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor. Mereka mendesak agar tunggakan pajak kendaraan bermotor roda dua dan roda empat dihapuskan. Kemudian, tuntutan kedua adalah mengusut tuntas dugaan korupsi dana hibah. Mereka menuduh adanya keterlibatan Gubernur Jatim.
Ketiga, adalah penghapusan pungutan liar (pungli) di SMA/SMK Negeri di Jawa Timur. Praktik ini dianggap merusak citra pendidikan dan memberatkan orang tua siswa. (tok/kun)






