Lamongan (beritajatim.com) – Personel gabungan TNI-Polri dari jajaran Kodim 0812 dan Polres Lamongan terus melakukan pengamanan ketat di gereja-gereja pasca perayaan Hari Raya Natal. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan umat Kristiani selama melaksanakan ibadah.
Pengamanan dilakukan dengan berbagai metode, seperti penggunaan metal detector dan anjing pelacak untuk menyisir area gereja. Petugas juga rutin melakukan patroli di sekitar lokasi ibadah guna mencegah potensi gangguan keamanan.
Pasi Ops Kodim 0812 Lamongan, Kapten Arm Yusniady, menjelaskan bahwa sterilisasi gereja dilakukan secara menyeluruh sesuai dengan prosedur operasi standar (SOP). Seluruh sudut gereja, baik di dalam maupun di luar area, diperiksa secara teliti untuk memastikan tidak ada ancaman atau benda mencurigakan.
“Tujuan utama sterilisasi ini adalah memastikan tidak ada ancaman atau benda mencurigakan yang dapat mengganggu jalannya ibadah. Seluruh proses harus sesuai SOP,” kata Kapten Arm Yusniady.

Pengamanan ini tidak hanya dilakukan di gereja-gereja besar dengan jumlah jemaat yang banyak, tetapi juga di gereja-gereja kecil yang berada di bawah pengawasan Polsek dan Koramil setempat. Hal ini dilakukan untuk memastikan semua jemaat dapat beribadah dengan tenang hingga perayaan Tahun Baru mendatang.
Kapolres Lamongan, AKBP Bobby Adimas Condroputra, menegaskan bahwa pengamanan ini adalah wujud komitmen TNI-Polri dalam menjaga keamanan masyarakat. Ia memastikan seluruh rangkaian ibadah Natal di Lamongan berlangsung aman dan lancar.
“Kami memastikan seluruh rangkaian ibadah Natal berlangsung aman dan lancar. Ini adalah kewajiban kami sebagai aparat kepolisian untuk melindungi masyarakat dari segala potensi gangguan kamtibmas,” ujar AKBP Bobby Adimas. [fak/beq]






