Surabaya (beritajatim.com) – Cinta yang baik mendatangkan kebahagiaan bagi menjalaninya bukan justru menghadirkan luka. Sebagian anak muda sepakat ingin menjauhkan diri dari toxic relationship atau hubungan yang tidak sehat dan saling mengekang.
Namun, proses menciptakan hubungan sehat memang tidaklah mudah. Perlu mengingat-ingat kembali bahwa ada hak dan kewajiban antara dua orang yang menjalani sehingga tidak terjebak dalam hubungan kurang sehat atau bahkan kekerasan dalam pacaran.
Dilansir dari Daily Mail terkadang cinta romantis atau cinta monyet tak jarang berujung pada sebuah kekerasan. Perlu Anda ketahui bahwa kekerasan tidak sama dengan cinta. Contohnya saja larangan atau membatasi ruang gerak salah satu pihak untuk bergaul, bersosialisasi, dan berorganisasi.
Namun sayang, masih ada anggapan bahwa saat seseorang menyukai orang lain, maka secara otomatis bisa bebas melakukan apa saja terhadap orang itu, termasuk membatasi ruang gerak orang lain. Hal ini bisa berdampak 88% ke aspek psikologis dan fisik.
Bahkan, bisa menimbulkan rasa curiga, tidak percaya, tidak nyaman, serta tidak percaya diri. Oleh sebab itu perlu untuk membangun hubungan sehat dan merdeka. Berikut ini beberapa cara membangun hubungan sehat dan merdeka supaya tidak terjebak hubungan toksik.
Paham hak dan kewajiban
Saat menjalin hubungan cinta, perlu dipahami berkaitan dengan hak dan kewajiban agar relasi sehat serta merdeka. Setiap orang punya hak dan kewajiban masing-masing sehingga bisa saling menguntungkan.
Ciptakan hubungan yang setara
Ada hak untuk diperlakukan dengan hormat sebagai pasangan yang setara, dihargai kesejahteraan dan kebutuhannya. Bagi pasangan yang setara, tidak ada satu pihak yang punya kontrol atau berlebihan atas yang lainnya.
Saling berkomunikasi
Komunikasikan nilai, pendapat, dan perasaan secara jujur karena setiap orang perlu didengar. Pada dasarnya setiap orang punya prinsip dan nilai yang berbeda sehingga tidak bisa disamakan.
Menghargai privasi
Ada batasan, privasi, dan lingkaran pertemanan tanpa pasangan. Saat menjalani hubungan Anda juga penting untuk tetap bisa jadi diri sendiri. Hidup Anda tidak seluruhnya harus soal pasangan, Anda juga perlu punya ruang privasi.
Jalani hubungan yang sehat dan merdeka agar tidak sampai terjebak pada hubungan toksik. Hubungan toksik bisa jadi awal mula dari kekerasan seksual dalam menjalin hubungan. (dan/ian)






