Surabaya (beritajatim.com) – Kebutuhan anak-anak salah satunya adalah mainan yang dapat menjadi alat untuk merangsang tumbuh kembang motoriknya.
Sementara waktu liburan akhir tahun sudah dekat, beberapa orangtua juga merencanakan jadwal belanja dengan anak-anak. Namun ada satu hal yang harus diperhatikan orangtua selama proses memilih mainan anak.
Puluhan ribu anak setiap tahunnya dirawat di ruang gawat darurat karena cedera terkait mainan; lebih dari sepertiganya adalah anak-anak di bawah usia 5 tahun. Saat kita memutuskan membeli mainan untuk anak, pastikan juga untuk mengutamakan keamanan.
Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan saat belanja mainan untuk anak-anak.
1. Pilih mainan sesuai usia anak
Orangtua harus benar-benar meluangkan waktu sejenak untuk membaca petunjuk dan label peringatan. Biasanya label ini ada di bagian belakang kardus mainan, yang berisi informasi usia minimum, penggunaan, dan bahan pembuatan mainan.
2. Hindari atau awasi anak ketika memainkan mainan berukuran kecil
Mainan yang berukuran kecil, berukuran seperti kancing, biji atau koin dapat menimbulkan potensi bahaya. Terutama pada anak di bawah usia 5 tahun. Beberapa kasus seperti tersedak mainan dapat berujung serius.
Awasi anak-anak saat bermain, terutama meskipun bukan mainan. Terkadang ada benda-benda yang ditemukan anak secara tidak sengaja dan memainkannya.
3. Beli juga peralatan keamanan seperti helm dan pelindung lutut
Jika orangtua berencana membelikan sepeda, skateboard, skuter atau alat olahraga jenis lainnya, pastikan untuk menyertakan helm dan peralatan keamanan lainnya agar tetap aman.
4. Jauhkan anak-anak dari mainan yang berbahan litium, seperti remote control
Beberapa mainan anak-anak dapat mengandung litium, seperti remote control, gantungan kunci, jam tangan, alat bantu dengar, dan lainnya. Litium juga bisa terkandung dalam baterai yang digunakan untuk mengisi daya energi mainan.
Menghirup asap dan debu litium dapat berbahaya bagi individu apalagi jika tertelan. Litium dapat menyebabkan sakit kepala, mual, muntah, demam/menggigil, haus tiba-tiba, rasa logam manis/busuk, iritasi tenggorokan, batuk, kelelahan, gelisah, berkeringat, diare, buang air kecil berlebihan dan perasaan tidak sehat secara umum.
[berita-terkait number=”5″ tag=”tips”]
5. Peka terhadap produk mainan yang berbahaya di pasaran
Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat mainan harus bahan yang aman, baik jika bersentuhan dengan kulit anak atau tidak sengaja tertelan.
Beberapa mainan ilegal, terutama yang diproduksi sebelum tahun 1978 berpotensi mengandung cat timbal yang berbahaya bagi kesehatan anak.
Dengan mengingat tip-tip ini, orangtua dapat membantu anak-anak menikmati musim liburan yang menyenangkan dan aman secara maksimal. (Kai/ian)






