Surabaya (beritajatim.com)– Jajanan kaki lima menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Aromanya yang menggoda, rasa yang lezat, serta harga yang terjangkau menjadikannya pilihan favorit banyak orang. Namun, jajanan pinggir jalan sering kali dianggap kurang higienis dan berisiko bagi kesehatan jika tidak dikelola dengan baik.
Sebagai pedagang kaki lima, menjaga kebersihan dan keamanan pangan bukan hanya penting untuk kesehatan konsumen, tetapi juga untuk menjaga kepercayaan pelanggan. Melansir Portal Resmi Nahdlatul Ulama, berikut adalah tips dari ahli gizi Fahmi Aris Tsani, Dosen Kesehatan Gizi Universitas Diponegoro Semarang yang bisa membantu Anda menyajikan makanan yang bersih, sehat, dan aman:
1. Pilih Bahan Baku yang Berkualitas
Kualitas bahan baku adalah kunci utama. Pastikan memilih bahan yang segar, bersih, dan bebas dari bahan berbahaya seperti pewarna non-makanan. Misalnya:
Sayuran harus segar, tidak layu atau lembek.
Daging dan ikan harus bebas bau menyengat.
Hindari penggunaan minyak goreng bekas. Gunakan minyak yang baru atau ganti secara rutin.
Penggunaan bahan yang bersih dan segar tidak hanya meningkatkan rasa makanan, tetapi juga mengurangi risiko kontaminasi.
2. Jaga Kebersihan Pribadi
Kebersihan pedagang berperan besar dalam mencegah kontaminasi. Berikut langkah yang dapat diambil:
Selalu cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum menyentuh makanan.
Hindari mencuci tangan di air kobokan yang tidak bersih.
Potong kuku secara teratur dan pastikan rambut tidak jatuh ke makanan.
Gunakan sarung tangan dan celemek saat mengolah atau menyajikan makanan.
Kebiasaan ini akan membuat pelanggan merasa yakin dengan kualitas makanan yang Anda sajikan.
3. Perhatikan Sanitasi Lingkungan
Lingkungan tempat berjualan juga harus bebas dari sumber pencemaran. Berikut adalah panduannya:
Hindari berjualan di dekat saluran air kotor, tempat sampah, atau area yang penuh debu.
Jaga kebersihan alat masak dan tempat penyajian. Cuci piring dan peralatan segera setelah digunakan, hindari merendam terlalu lama.
Gunakan meja dan peralatan tertutup untuk melindungi makanan dari lalat atau debu.
Memilih lokasi yang bersih dan terhindar dari polusi akan memberikan kenyamanan bagi pelanggan.
4. Sajikan Makanan dengan Cara yang Higienis
Penyajian makanan yang baik dapat mencegah kontaminasi bakteri. Pastikan:
Gunakan peralatan tertutup saat menyajikan makanan.
Hindari menyentuh makanan langsung dengan tangan.
Pisahkan makanan matang dan mentah untuk menghindari kontaminasi silang.
Dengan cara ini, makanan tetap terjaga kualitasnya hingga sampai ke tangan konsumen.
5. Terapkan Peraturan Kebersihan dan Sanitasi
Pemerintah telah mengatur pedoman hygiene dan sanitasi untuk pedagang kaki lima melalui Kemenkes RI Nomor 942 Tahun 2003. Beberapa poin penting yang perlu diperhatikan:
Lokasi berjualan harus jauh dari sumber pencemaran seperti pembuangan limbah, jalan raya padat, atau rumah potong hewan.
Pastikan ada fasilitas sanitasi seperti tempat cuci tangan yang memadai.
Dengan mengikuti aturan ini, pedagang dapat mendukung upaya menciptakan lingkungan yang sehat dan aman.
Dampak Positif Kebersihan Makanan PKL
Menurut data BPOM, ribuan kasus keracunan makanan terjadi setiap tahun akibat rendahnya standar kebersihan pangan. Dengan menerapkan tips di atas, pedagang kaki lima dapat berkontribusi dalam menurunkan angka tersebut, sekaligus meningkatkan citra usaha mereka.
Data BPOM tahun 2017 sebanyak 5.293 orang terpapar dan KLB sebanyak 2.041 orang sakit, 3 meninggal. Tahun 2018 KLB sebanyak 2.409 yang dirawat, 2.880 rawat jalan dan 121 orang meninggal. Kebanyakan peneliti membahas terkait hygiene sanitasi restoran dan kantin masih sedikit yang membahas terkait hygiene sanitasi pedagang kaki lima
Mengelola kebersihan dan keamanan pangan bukan hanya tentang mematuhi aturan, tetapi juga tentang memberikan yang terbaik bagi konsumen. Dengan dagangan yang bersih dan aman, kepercayaan pelanggan akan tumbuh, dan bisnis Anda pun dapat berkembang lebih baik. {aje]






