Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti meninjau lokasi musibah kebakaran rumah di Jalan Kedondong Kidul II, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegalsari, Sabtu (5/11/2022) dini hari.
Hal ini untuk memastikan kondisi warga terdampak serta mengecek penanganan terkini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
“Saya memantau bahwa korban warga Kota Surabaya yang mayoritas adalah masyarakat berpenghasilan rendah berada dalam kondisi baik, mendapat penanganan yang baik dan cepat,” katanya.
Reni menjelaskan, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun dilaporkan 7 rumah kontrakan dan 3 tempat tinggal pribadi ludes terbakar. Ada sebanyak 14 KK atau 45 jiwa diungsikan ke Gedung Serbaguna Balai RW untuk penampungan tempat tinggal sementara waktu.
“Bantuan-bantuan juga kita pastikan. Kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, dan papan sementara di Balai RW ini agar bisa terpenuhi. Terkait kelayakan penampungan, saya kira juga perlu mendapat perhatian dari Pemkot,” kata Reni.
Selain itu, Reni juga menilik kondisi anak-anak di pendopo trauma healing. Ia bersama tim DP3A-PPKB Surabaya mendampingi langsung para bocah-bocah itu, tampak saat dijumpai mereka tengah asyik dengan kegiatan menggambar dan mewarnai.
Reni memberi arahan agar dalam hal ini psikologi para keluarga khususnya anak-anak perlu diperhatikan. Sementara itu, bagi warga yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit juga dipastikan agar tidak dikenakan biaya.
Prinsipnya kebutuhan dasar dapat dipastikan selesai. Terlebih lagi untuk anak-anak agar tidak terganggu untuk bersekolah. Sejumlah bantuan peralatan sekolah termasuk tas, sepatu, dan seragam pun telah tersedia di lokasi pengungsian.
“Penanganan sementara sudah dilakukan secara sigap. Intinya moga-moga juga warga terbantu dan tersolusi untuk kebutuhan tempat tinggal selanjutnya,” terangnya.
“Terima kasih pada semua pihak yang telah turut membantu, DPRD Surabaya akan memberikan perhatian dan mengawal,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”dprd-surabaya”]
Disisi lain, legislator PKS Surabaya ini menyebutkan mengenai urusan dokumen-dokumen penting menyangkut administrasi kependudukan supaya dapat difasilitasi penuh oleh Pemkot Surabaya.
“Kita pastikan pemkot proaktif membantu dan menguruskan. Jadi warga gak rono-rene (kesana-kemari) ngurus, jadi didata begitu baik ijazah, KTP, akta, SIM dan lainnya yang diperlukan,” kata Reni.
Sebagai informasi, kebakaran rumah padat penduduk terjadi di Jalan Kedondong Kidul II, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegalsari, Sabtu (5/11/2022) dini hari.
Akibat kejadian tersebut, membuat 14 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di kawasan itu terpaksa kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Beruntungnya dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. (ted/Adv)






