Malang (beritajatim.com) – Mahad Sunan Ampel al-Aly (MSAA) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang terus berbenah untuk tingkatkan kualitas pembelajaran. Termasuk diantaranya terkait pendekatan dan metode mengajar yang dikemas dalam acara sarasehan akademik Ma’had.
Kegiatan tersebut berlangsung di aula gedung Saintek pad Senin 6 Februari kemarin. Ketua pelaksana kegiatan, H Muhammad Hasyim, MA menjelaskan bahwa peserta sarasehan terdiri dari muallim/ah, mushohih/ah, dan murabbi/ah dari MSAA UIN Malang.
“Kami juga menghadirkan jajaran pengasuh yang dipimpin langsung oleh Dr. KH. Badruddin Mohammad, MHI sebagai Mudir Ma’had Sunan Ampel al-Aly UIN Malang. Semoga adanya sarasehan akademik Mahad ini bisa menjadi sarana perbaikan kualitas pembelajaran di MSAA ke depannya,” ujarnya saat dihubungi pada Selasa (7/2/2023).
Dia juga berharap agar adanya sarasehan akademik Ma’had ini dapat mengukur lebih akurat perkembangan mahasantri di beberapa mata ta’lim. Sementara itu, sarasehan akademik Ma’had ini dibagi menjadi tiga bagian.
Pertama, pemaparan materi tentang pedagogik oleh oleh Prof Dr B Agus Maimun, MPd. Sesi kedua materi berkaitan dengan kitab Ahli Sunnah Wal-Jamaah yang disampaikan Gus Variz Muhammad Mirza, SS, cicit dari Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari. Adapun sesi terakhir adalah menyampaikan silabus Ma’had sebagai pedoman pembelajaran yang akan dilaksanakan di semester mendatang.
Agus Maimun pada salah satu sesi pemaparannya menghimbau agar muallim/ah, mushohih/ah, dan murabbi/ah agar memperhatikan sikap sehingga tidak ada kesan negatif dari murid atau mahasantri.
“Tidak hanya sebatas transfer knowledge saja. Namun juga transfer akhlak perlu menjadi perhatian, ” kata Agus Maimun.
Pada materi kedua, Gus Mirza menerangkan terkait metode pengajaran yang bisa diterapkan oleh muallim/ah. “Bisa dengan cara menghadirkan kasus kekinian dan dibedah secara detail. Nantinya dapat ditemukan mana yang termasuk bid’ah, dan mana yang tidak,” katanya.
Dari awal hingga akhir, seluruh peserta sarasehan begitu antusias. Terbukti dari suasana interaktif yang terjadi antara pemateri dan audien. Bahkan, ada pertanyaan dan pernyataan dari sebagian audien untuk menghidupkan suasana kegiatan sarasehan akademik Ma’had. Mengingat tujuan kegiatan ini ialah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di MSAA UIN Malang. [dan/but]







