Lamongan (beritajatim.com) – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelabuhan Pengumpan Regional (PPR) Paciran Lamongan menggelar kegiatan Training ISPS (International Ship and Port Security) Code. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan keamanan di sektor maritim setempat.
Kepala Seksi (Kasi) Operasional UPT PPR Lamongan, M. Askur membenarkan bahwa kegiatan training ini diadakan untuk memberi pengetahuan kepada para peserta tentang aspek keamanan dan ancamannya di sektor maritim, serta cara melakukan assessment dan menyusun ship security plan.
“Banyak kebutuhan hidup manusia yang di antaranya didistribusikan melalui laut. Sehingga untuk mengantisipasi gangguan laut, pelabuhan atau pelayaran haruslah memenuhi unsur pelayanan yang aman, cepat, efisien, dan handal. Oleh sebab itu, kegiatan ini sangat penting,” ungkap Askur, Kamis (28/7/2022).

Menurut Askur, ISPS Code diberlakukan untuk seluruh dunia. Selain itu, ISPS Code ini bersifat mandatory. Artinya, mau tidak mau pelabuhan atau perusahaan pelayaran yang ada di Indonesia harus mengikuti ketentuan keamanan yang telah diatur dalam ISPS Code tersebut.
“Pelatihan ini diikuti oleh 35 peserta, yang meliputi Bidang Pelayaran Dishub Jatim, UPT PPR Lamongan, dan Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Brondong. Sedangkan materi pelatihannya disampaikan oleh para tenaga ahli di bidangnya,” sebutnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”nelayan-lamongan”]
Lebih lanjut Askur berharap, melalui kegiatan ini para peserta dapat memiliki pengetahuan tentang sejarah diberlakukannya ISPS Code, sehingga juga dapat memahami arti pentingnya ISPS Code.
“Semoga peserta juga memahami serta mampu mengaplikasikan ketentuan ISPS Code dalam pekerjaannya. Dengan begitu, keamanan bisa lebih terjamin. Para pengguna jasa juga lebih merasa nyaman untuk melakukan kegiatan di pelabuhan, khususnya di Paciran Lamongan ini,” tandasnya. [riq/but]






