Lamongan (beritajatim.com) – Calon Presiden nomor urut 1, Anies Rasyid Baswedan, berkunjung ke Kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jumat (29/12/2023).
Dalam kesempatan ini, Anies juga melakukan dialog bersama para nelayan Lamongan. Pihaknya mengaku ada beberapa keluhan yang diterimanya dari nelayan setempat.
“Saya mengunjungi kawasan perikanan di Brondong, Lamongan. Kami menemukan ada beberapa hal, seperti keluhan kelangkaan solar, dan itu majemuk di beberapa wilayah. Itu menjadi perhatian kita, dari solar yang langka menjadi solar yang terjamin,” kata Anies, usai dialog.
Anies menjelaskan, Lamongan menjadi kabupaten penghasil ikan terbesar di Jawa Timur, terdapat 70 orang yang menggantungkan pekerjaannya di kawasan Brondong ini, sehingga sangat strategis sebagai kawasan pemasok ikan di Jawa Timur, dan secara otomatis di Indonesia.
Selain itu, dalam dialog dengan nelayan ini juga menyebut, ada keluhan lain tentang perijinan yang rumit dan berjenjang. Oleh sebab itu, pihaknya berkomitmen akan melakukan perubahan terhadap perijinan agar lebih mudah dan sederhana.
“Jangan sampai kemudahan ini hanya difikirkan untuk investor raksasa, melalui omnibus, aturan-aturan. Lha ini pelaku perikanan yang sudah bekerja puluhan tahun malah rumit. Kita ini membela siapa, yang besar atau yang kecil?,” terangnya.
Anies menegaskan bahwa prinsip yang diusung oleh Paslon Amin adalah membesarkan yang kecil tanpa mengecilkan yang besar. Pihaknya juga mengaku, akan melakukan perubahan terhadap penataan kawasan yang tidak tertata dengan baik dan jalanan penunjang yang rusak. “Bagus memberikan perhatian terhadap jalan berbayar, investasi dilakukan, tol dibangun, tapi jangan dilupakan jalan tak berbayar. Apalagi jalan-jalan ke tempat yang punya nilai strategis bagi ekonomi,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Anis menyampaikan tentang banyaknya nelayan yang mengeluhkan upah yang kecil akibat anjloknya hasil perikanan, sehingga hal itu bakal diperbaiki tata niaganya supaya hasil perikanan bisa diserap oleh pasar dengan nilai yang baik pula. “Dari dialog yang kami lakukan, kami semakin yakin bahwa agenda yang kami siapkan sesuai dengan apa yang dikeluhkan,” jelasnya.[riq/kun]






