Jombang (beritajatim.com) – Seorang pria nekat menceburkan diri ke Sungai Brantas di Desa/Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang, Minggu (15/9/2024) malam. Sebelum melakukan aksi nekatnya, pria tersebut meninggalkan sepeda motor berikut helm.
Namun, peristiwa dugaan bunuh diri tersebut baru dilaporkan ke Polsek Kesamben Jombang pada Senin (16/9/2024). Selanjutnya, polisi melakukan koordinasi dengan petugas BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) guna melakukan pencarian.
Dengan menggunakan perahu karet, petugas BPBD menyisir lokasi. Mulai titik musibah, yakni di lokasi penyeberangan perahu tambang di Dusun/Desa Kesamben hingga radius sekitar 8 kilometer. Namun hingga malam, pencarian belum membuahkan hasil.
Dengan begitu pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan lagi pada Selasa (17/9/2024). “Hari ini jasad korban belum ditemukan. Pencarian kita lanjutkan besok,” ujar Supervisor Pusdalops BPBD Jombang Stevi Maria.
Namun demikian, Pepi, panggilan akrab Stevi enggan membeber kronologi peristiwa tersebut. Karena pihaknya hanya mendapat laporan bahwa ada orang loncat ke Sungai Brantas. “Soal kronologi silakan konformasi ke teman-teman polisi,” katanya.
Kapolsek Kesamben Iptu Niswan membenarkan adanya laporan orang melompat ke Sungai Brantas tersebut. Dia menjelaskan bahwa yang melapor ke Polsek Kesamben adalah nahkoda perahu penyeberangan bernama Taripin (58), warga Desa Betro Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto.
Kepada polisi, Taripin mengungkapkan bahwa saat itu perahunya masih bersandar di utara Sungai Brantas, yakni Desa Betro Kecamatan Kemlagi. Taripin melihat ada seseorang yang mengendarai sepeda motor berhenti di bagian selatan sungai, yaitu Desa/Kecamatan Kesamben Jombang.
Saksi mengira, orang tersebut menunggu perahu karena henda menyeberang. Namun selang beberapa menit kemudian pelapor melihat orang yang dimaksud menceburkan diri ke Sungai Brantas. Sedangkan di lokasi motor milik korban ditinggalkan begitu saja.
Pelapor yang saat itu mendapatkan penumpang untuk menyeberang sungai, lalu mendekati sepeda motor Honda Supra X 125 nopol S-5285-VI, warna Hitam-silver tersebut. “Ternyata orang tersebut sudah tidak ada. Selanjutnya nahkoda perah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kesamben,” ujar Niswan.
Polisi langsung melakukan penelusuran dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Dari situ diketahui bahwa pria misterius yang meloncat ke Sungai Brantas itu adalah Suprianto Suprianto (51), warga Desa Penompo Kecamatan Jetis Kabupateb Mojokerto.
“Kami melakukan koordinasi dengan BPBD Jombang guna melakukan pencarian korban. Namun hingga malam ini belum membuahkan hasil. Korban belum kita temukan,” kata Niswan menjelaskan. [suf]






