Surabaya (beirtajatim.com) – Sebagai penutup di bulan Ramadan, umat muslim akan melaksanakan salat Idul Fitri yang menandakan bahwa hari raya telah tiba. Di tahun 2022, hari raya akan diperkirakan berlangsung pada 2 Mei, yang artinya sudah semakin dekat.
Sebagai informasi, salat Idul Fitri merupakan ibadah sunah muakkad yang berarti sangat dianjurkan untuk dilakukan karena Rasulullah melaksanakannya. Sementara itu, menurut pendapat Imam Abu Hanifah, salat Idul Fitri memiliki hukum fardhu ain dan menurut Imam Ahmad hukumnya fardhu kifayah.
Mengingat ibadah Salat Ied hanya dilakukan satu kali dalam setahun, maka wajar jika kita sedikit lupa lupa ingat dengan niat dan tata cara melaksanakan salat Ied ini. Ditambah lagi salat Ied berbeda dengan dengan sholat 5 waktu pada umumnya.
Oleh karena itu, di bawah ini adalah niat dan tata cara salat Ied pada Hari Raya Idul Fitri nanti.
1. Niat
Membaca niat merupakan kewajiban untuk melangsungkan ibadah apapun, termasuk salat Ied. Diharuskan membaca niat di dalam hati ketika sudah mulai takbiratul ihram. Untuk niat dari salat Ied sendiri adalah
أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَــالَى
Ushallî sunnatan li ‘îdil fithri rak’ataini ma’mûman (jika jadi imam pakai “imaman”) lillâhi ta’âlâ
Artinya: “Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”
[berita-terkait number=”3″ tag=”puasa”]
2. Membaca doa Iftitah
Setelah takbiratul ihram, dianjurkan untuk membaca doa iftitah seperti salat pada umumnya.
3. Takbir 7 kali pada rakaat pertama
Salah satu hal yang membuat salat Ied berbeda adalah karena imam bersama makmum disunnahkan untuk melakukan takbir sebanyak 7 kali. Hal ini dilakukan setelah pembacaan doa iftitah selesai. Disela-sela takbir tersebut, dianjurkan untuk berdzikir memuji Allah SWT, dengan membaca lafal ini:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Allâhu akbar kabîran, wal ḫamdulillâhi katsîran, wa subḫânallâhi bukratan wa ashîla
Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.”
Atau bisa juga membaca lafadz ini,
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَر
Subhana allahi wal hamdu lillahi walaa ilaha illa allah, wallahu akbar.
Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar.”
4. Bacaan Al-Fatihah dan gerakan salat seperti biasa
Setelah melakukan takbir sebanyak 7 kali, imam dan makmum bisa membaca Al-Fatihah yang dilanjutkan dengan surat pendek. Lalu melakukan gerakan salat seperti biasanya, mulai dari rukuk, sujud, hingga berdiri kembali.
5. Rakaat kedua
Di rakaat kedua, mengulang kembali dari rakaat pertama. Bedanya, pada rakaat kedua dianjurkan hanya melakukan 5 kali takbir. Dilanjutkan dengan Al-Fatihah, surat pendek, gerakan salat sebagaimana mestinya, dan ditutup dengan salam.
[berita-terkait number=”3″ tag=”lebaran”]
6. Khutbah
Jangan beranjak terlebih dahulu meski salat telah selesai, karena ada khutbah yang sayang sekali untuk dilewatkan. Bisa dikatakan bahwa khutbah akan menambah kesempurnaan dari pelaksanaan salat Idul Fitri, dan tentu saja merupakan upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui pengetahuan baru tentang Islam.
Tidak sulit untuk melakukan salat Ied, yang terpenting adalah kita harus melakukannya dengan bersungguh-sungguh dan khusyuk.(mnd/ian)






