Mojokerto (beritajatim.com) – Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto merespon cepat postingan netizen di media sosial (medsos) Facebook (FB) usai dihadang sekelompok pria yang mengaku debt collector. Tim khusus (timsus) yang dibentuk Polres Mojokerto pun mengamankan tiga pelaku dalam video tersebut.
“Ini sudah kami tindaklanjuti (kasus penghadangan oleh sekelompok pria yang mengaku debt collector). Sudah (terduga pelaku ditangkap). Sedang pemeriksaan,” ungkap Ihram, Rabu (21/8/2024).
Ihram mengimbau masyarakat agar selalu waspada akan aksi begal bermodus debt collector tersebut. Bahkan pihaknya sudah mengedarkan imbauan dan menyertakan nomor Handphone (HP) ke medsos jika masyarakat mengalami hal serupa.
“Apabila ada warga yang mengalami hal tersebut agar segera melapor ke polisi atau shareloc ke nomor whatsapp 081344822005,” tegasnya.
Sebuah video pendek berdurasi 2 menit 7 detik yang diunggah akun milik Ahmad Abdul Aziz di grup FB Info Lantas Mojokerto tersebut viral. Video yang diunggah pada, Senin (19/8/2024) kemarin memperlihatkan seorang pemotor dihadang sekelompok pria yang mengaku debt collector.
Ia membagikan apa yang dialaminya saat melintas di Jalan Raya Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Dalam unggahannya, ia menceritakan telah diadang tiga orang pria dengan mengendarai dua motor yang mengaku sebagai debt collector.
“Saat berkendara tiba-tiba diberhentikan tiga orang dengan dua motor dengan alasan motor yang saya pakai nunggak cicilan FIF. Saya kaget dan senyum karena merasa tidak nyicil dan BPKB ada di rumah,” jelasnya dalam unggahannya tersebut.
Dalam postingannya, ia menceritakan jika ketiga debt collector sempat menunjukkan dokumen tunggakan cicilan dan berusaha menarik paksa sepeda motor miliknya. Walaupun korban merasa tak punya cicilan pembelian motor.
“Saya sudah berusaha menjelaskan secara humanis kepada tiga orang itu dan saya ajak saja ke rumah jangan di jalan begini sekalian biar tahu BPKB-nya. Tetapi mereka ngotot dan tidak mau tahu karena dasar mereka data dari leasing,” katanya.
Perdebatan panjang antara korban dan ketiga pelaku pun tak terelakkan hingga akhirnya sekelompok pria berbadan tegap tersebut mengaku salah. Tepatnya setelah mengecek nomor rangka motor milik korban yang tidak sesuai dengan data penunggak cicilan.
“Setelah lama debat akhirnya mereka merasa salah sasaran dengan enak bilang ‘kan ini cuma konfirmasi pak jangan marah-marah.’ Konfirmasi tidak seperti itu, dan dengan enaknya mau pergi begitu saja,” ujarnya.
Ia bahkan pulang untuk mengambil Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) miliknya untuk ditunjukan kepada ketiga pria tersebut. Meski sepeda motor miliknya lolos dari penarikan paksa sekelompok pria tersebut, ia berharap agar hal serupa tidak terjadi lagi.
“Ini tiga orang bukan aparat berwenang tapi berhentikan pengendara sak karepe dewe, meresahkan dan membahayakan. 10 menit kemudian saya pulang ambil BPKB ke rumah dan ketemu mereka bertiga di depan terminal Mojokerto,” tuturnya. [tin/beq]







