Surabaya (beritajatim.com) – Pertandingan Mandiri U20 Challenge Series menjadi panggung bagi Timnas Indonesia untuk menunjukkan kualitasnya, meski harus kalah 0-2 dari Syiria. Di balik kekalahan tersebut, Timnas Indonesia mendapat pujian dari Pelatih Syiria, Mohammad Kwaid, atas pertahanan solid yang ditampilkan.
Kwaid mengakui bahwa menghadapi Timnas Indonesia bukanlah tugas mudah. Sebelum bertanding, tim pelatih Syiria melakukan analisis mendalam terhadap permainan Indonesia, termasuk laga sebelumnya melawan Jordan, yang memberi gambaran tentang kekuatan skuat asuhan Indra Sjafri.
“Kita tahu ini adalah pertandingan yang sulit. Sebelum kita menyaksikan pertandingan Indonesia dan Jordan, dua tim bermain di AFC dan sangat kompetitif,” ungkap Kwaid, ditulis Selasa (28/1/2025).
Menurut Kwaid, timnya banyak belajar dari gaya bermain Timnas Indonesia selama turnamen ini. Ia menilai Indonesia memiliki skema permainan teknis yang baik, serta pertahanan yang sulit ditembus.
“Kita mendengar dan belajar lebih banyak hal tentang tim Indonesia. Mereka memiliki jangkauan dan penggemar. Mereka juga memiliki tingkat teknis. Mereka juga memiliki kemampuan numerik. Namun, mereka tidak bisa menang. Kita memiliki harmoni, kita memiliki kesempatan,” tambahnya.
Pujian terhadap pertahanan Timnas Indonesia juga datang dari pemain Syiria, Majd Manaf, yang menilai bahwa Indonesia adalah lawan tangguh dengan permainan yang cukup solid.
“Pertama, terima kasih, kepada Allah SWT. Tim Indonesia adalah tim yang bagus. Namun kita bisa menang. Dari pertandingan tadi itu memberi kita lebih banyak motivasi untuk menjadi pemenang di Piala Asia,” ujarnya. [way/beq]






