Jember (beritajatim.com) – Tim sepak bola Kabupaten Jember yang akan bertanding dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur bakal diperkuat 12 orang pemain yang pernah bermain dalam kompetisi Liga 3.
Tim sepak bola Jember terdiri atas 25 orang pemain yang merupakan kelahiran tahun 2000-2003. “Kerangka tim sudah ada, tinggal tambah pemain yang bermain di Liga 3. Enam orang adalah mantan pemain Persid Jember dan enam orang lainnya memperkuat klub Liga 3 lainnya seperti Gresik United dan Deltras,” kata M. Rofiq, pelatih tim sepakbola Jember.
Jumlah anggota tim ini bisa bertambah atau berkurang. “Kami menunggu informasi dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jember, berapa jatahnya. Tapi sementara kami siapkan 25 orang ini,” kata Rofiq.
Rencananya, Porprov Jatim akan berlangsung pada 25 Juni – 3 Juli 2022. Tim sepak bola Jember sudah mempersiapkan diri sejak Januari 2022. “Kami selama ini berlatih sepekan tiga kali, setelah November-Desember melakukan seleksi pemain,” kata Rofiq.
Saat ini program latihan tim sepak bola Jember sudah mencapai 40-50 persen. “Kami selama ini memakai formasi 4-3-3, sama dengan saat Porprov 2019,” kata Rofiq.
Rofiq adalah pelatih tim sepak bola Jember pada Porprov 2019. Saat itu tim sepak bola Jember gagal lolos ke 16 Besar, setelah dijatuhi sanksi oleh Komisi Disiplin Asosiasi Sepak Bola Provinsi PSSI Jawa Timur. Padahal Jember sudah menjadi juara Grup B dan berhak lolos ke babak selanjutnya. Dalam tiga pertandingan di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Kabupaten Pamekasan, Jember membekuk Pamekasan 2-1, Kota Probolinggo 3-1, dan Kabupaten Kediri 3-0.
Namun tim Jember dinilai melanggar aturan karena menggunakan pemain tidak sah atas nama Rizki Iswantur yang R bernomor punggung 16 saat berhadapan dengan Kediri. Alhasil Komdis menjatuhkan sanksi beruntun berupa pengurangan tiga poin, pembatalan kemenangan, dan Jember dinyatakan kalah 0-3 dalam pertandingan tersebut. “Asisten saya memang ada yang salah menulis,” kata Rofiq.
[berita-terkait number=”5″ tag=”poprov”]
Pengalaman pahit pada 2019 menjadi pelajaran bagi Rofiq. “Jangan terlena, tidak boleh mengentengkan apa yang dikerjakan asisten saya. Saya harus mengecek terus. Saat ini hanya saya sebagai head coach Porprov 2019 yang tetap, lainnya di tim kepelatihan berubah,” katanya.
Rofiq sampai saat ini belum menggelar agenda pertandingan uji coba, kendati tim dari Bondowoso dan Probolinggon sudah mengajak berujicoba. “Kalau uji coba, kami menunggu pemain lengkap. Saat ini 5-6 orang pemain belum datang,” kata pria yang pernah melatih Persid U17 dan Jember United U15
Mempersiapkan tim sepak bola untuk Porprov Jatim 2022 tidak mudah. “Kendalanya ya kemarin kami berlatih mandiri, belum ada sokongan (finansial). Uang transpor belum ada. Alhamdulillah, anak-anak masih berfokus untuk datang dan berlatih. Setia untuk Jember,” kata Rofiq.
Rofiq ingin pertandingan sepak bola Porprov 2022 bisa ditonton langsung. “Kami berharap ada penonton agar anak-anak termotivasi menampilkan permainan terbaik. Targetnya wajib medali emas,” kata pria yang pernah memperkuat Persema Malang, Persid Jember, Mojokerto Putra, Persipro Probolinggo, dan Persinga Ngawi. [wir/suf]






