Malang (beritajatim.com)– Sebanyak 30 peserta yang mewakili dari 11 Kelompok Wanita Tani (KWT) se-Lebakharjo mendapatkan pelatihan batik cap dalam program non fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 126 di Balai Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malamg, Jumat (17/10/2025).
Indra Anggraini, Kabid Non Agro Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang mengatakan, peserta terlihat antusias. Dari 30 peserta, mereka turut mewarnai kegiatan pelatihan batik cap yang digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang bersama Kodim 0818/Malang-Batu.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program TMMD 126 Lebakharjo. Dimana, sub kegiatan koordinasi, sinkronisasi, serta pelaksanaan pemberdayaan industri dan peran serta masyarakat secara langsung.
“Dengan pelatihan ini, kami berharap ibu-ibu di desa bisa memiliki keterampilan baru yang bernilai ekonomi. Batik cap adalah produk kreatif yang bisa dikembangkan menjadi usaha mandiri,” kata Indra Anggraini.
Sementara itu, Danramil Ampelgading, Kapten Arh Ahmad Zainuri, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. “TMMD bukan hanya soal pembangunan fisik, tapi juga membangun sumber daya manusia. Pelatihan seperti ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat menuju masyarakat yang mandiri,” tegas Danramil.
Dalam pelatihan ini, seorang desainer sekaligus pemateri dari Paguyuban Pembatik Kabupaten Malang Hasta Patma, Eko Sumitro memperkenalkan teknik dasar membatik cap, mulai dari mencetak pola hingga proses pewarnaan kain.
Pelatihan ini terfokus mengembangkan potensi ekonomi lokal melalui keterampilan membatik, yang diikuti oleh 30 peserta dari KWT Desa Lebakharjo. [yog/aje]






