Gresik (beritajatim.com) – Tim pengabdian masyarakat (PKM) Disabilitas Universitas Negeri Surabaya (Unesa) telah melaksanakan pelatihan QVR kepada 20 siswa tunarungu di SMA Muhammadiyah 1 Gresik pada 23 Agustus 2024.
Pelatihan ini bertujuan untuk membekali siswa dengan keterampilan membaca Al-Qur’an menggunakan teknologi QVR. Materi pelatihan meliputi tutorial penggunaan QVR, tata cara membaca Al-Qur’an, dan latihan praktek.
“Anak tunarungu seringkali menghadapi tantangan dalam mengakses pembelajaran agama, terutama dalam memahami dan membaca Al-Qur’an. Kurangnya kemampuan komunikasi lisan menjadi kendala utama. Melihat kondisi ini, tim pengabdian masyarakat dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menginisiasi sebuah program pelatihan dengan memanfaatkan teknologi Qur’an Recitation Virtual Reality (QVR),” kata Ketua Tim PKM Disabilitas Unesa Dr. Hitta Alfi Muhimmah, M.Pd, Senin (9/9/2024).
QVR adalah sebuah teknologi virtual reality yang dirancang khusus untuk membantu pembelajaran membaca Al-Qur’an. Dengan menggunakan perangkat VR, pengguna dapat berinteraksi dengan animasi tiga dimensi yang menampilkan bacaan Al-Qur’an secara visual dan audio. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk belajar dengan cara yang lebih menyenangkan dan interaktif.
Menurutnya, sejumlah keunggulan penggunaan QVR bagi siswa tuna rungu di antaranya:
1. Pembelajaran yang lebih menarik: Animasi dan visualisasi yang menarik membuat proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.
2. Fleksibilitas: Siswa dapat belajar dengan kecepatan masing-masing dan mengulang materi yang belum dipahami.
3. Peningkatan motivasi: Keberhasilan dalam menggunakan QVR dapat meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi siswa untuk terus belajar.
4. Aksesibilitas: QVR memberikan akses yang lebih mudah bagi siswa tunarungu untuk belajar membaca Al-Qur’an.
“Pada hal ini QVR sudah melakukan uji coba kelayakan dengan 4 validator ahli media dan ahli materi, dengan rata-rata skor 4,09 yang dinyatakan layak jika untuk dilakukan penelitian,” terangnya.
Para siswa tunarungu yang mengikuti pelatihan memberikan respon positif terhadap penggunaan QVR. Mereka merasa bahwa teknologi ini sangat membantu mereka dalam memahami bacaan Al-Qur’an. Selain itu, mereka juga merasa lebih percaya diri dalam beribadah.
“Kami berharap bahwa QVR dapat menjadi solusi bagi penyandang disabilitas tunarungu dalam mengakses pembelajaran agama. Mereka juga berharap agar teknologi ini dapat dikembangkan lebih lanjut dan diterapkan di sekolah-sekolah lainnya yang memiliki siswa tunarungu,” terangnya.
Diketahui, Tim PKM Disabilitas Unesa kali ini diketuai oleh Dr. Hitta Alfi Muhimmah, M, Pd, dan beranggotakan Dodik Arwin Dermawan, S.ST.,S.T.,M.T., Acep Ovel Novari Beny, M.Pd, Onny Fransinata Anggara, S.Psi, M.Psi., serta Novia Restu Windayani, S.Pd, M.Pd. [fiq/beq]






