Malang (beritajatim.com) – Tim pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (UM) melakukan penguatan kompetensi terhadap guru Bahasa Indonesia SMA se-Kota Malang dalam skema Program Pengembangan keprofesian Berkelanjutan (PPKB) Ada sekitar 34 SMA yang tergabung dalam MGMP Bahasa Indonesia Kota Malang hadir dalam acara ini.
Tim ini diketuai oleh Dr. Karkono, S.S. M.A., dosen Departemen Sastra Indonesia. Sementara, di jajaran anggota ada Dr. Dwi Sulistyorini, S.S., M.Hum., Dr. Kusubakti Andajani, M.Pd., Rully Aprilia Zandra, S.Pd, M.Pd., M.Sn., Jamila Wijayanti, S.Pd., M.Pd., dan Andika Bagus Nur Rahma Putra, S.Pd, M.Pd. Kemudian ada dua mahasiswa yang turut terlibat, yaitu Yohan Fikir Mu’tashim dan Muhammad Afnani Alifian.
Menurut ketua tim, penguatan kompetensi kepada guru Bahasa Indonesia dilakukan dengan tiga fokus utama, yaitu penguatan materi materi kesastraan, retorika publik, dan pengembangan media pembelajaran sastra. Tiga fokus materi tersebut disampaikan oleh tiga pemateri utama di Laboratorium Drama Fakultas Sastra UM.
Materi pertama tentang pengayaan materi kesastraan disampaikan oleh Dr. Karkono, M.A. Materi kedua adalah retorika publik (public speaking) disampaikan oleh Rully Aprilia Zandra, M.Sn. Kemudian materi ketiga tentang pembuatan media pembelajaran sastra disampaikan oleh Dr. Dwi Sulistyorini, M.Hum.
“Kegiatan penguatan kompetensi para guru ini dilaksanakan secara periodik dalam empat tahap. pelatihan selama empat pertemuan. Para guru ditugasi membuat media pembelajaran audio visual. Nanti kami review dan luaran kegiatan ini salah satunya adalah media pembelajaran tersebut,” kata Karkono saat membuka acara di gedung D14 Lab Drama UM, Sabtu (5/6/2023).
Acara ini diharapkan dapat memberi penguatan kompetensi guru Bahasa Indonesia di Kota Malang. Kompetensi yang dikuatkan antara lain aspek kesastraan, berbicara di depan publik, dan pembuatan media pembelajaran sastra.
“Saya berharap, kegiatan ini tidak sekedar menggugurkan kewajiban, tapi memang banyak hal baru yang diterima. Nanti harapannya ilmu yang diperoleh para guru bisa diterapkan di sekolah,” ujar dosen Departemen Sastra Indonesia UM ini.
Udjik Prihanto, S.Pd., Ketua MGMP bahasa Indonesia Kota Malang yang menjadi salah satu peserta mengaku materi yang diperolehnya sangat menarik. Dia berharap pemateri juga bisa hadir jika kelak MGMP mengadakan acara.
“Materinya sangat menarik dan disampaikan dengan interaktif. Kami mendapat wawasan baru, terutama berkaitan dengan penyusunan kalimat, kesastraan, retorika publik, dan media. Kalau bisa nanti saat ada acara MGMP bisa memberi materi,” tutur Udjik saat acara. (dan/kun)
BACA JUGA: Universitas Negeri Malang Ciptakan Media Pembelajaran Berbasis Al-Qur’an






