Surabaya (beritajatim.com) – Tim Dosen Teknik Elektro ITS Surabaya menciptakan freezer panel surya untuk nelayan di Pulau Bawean. Mengingat, nelayan di sana kerap terkendala tidak stabilnya ketersediaan listrik.
“Berangkat dari masalah ini, inovasi kami akan membantu nelayan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat pencari ikan,” ujar salah satu dosen Dr Prasetiyono Hari Mukti, ditulis Jumat (13/10/2023).
Freezer tersebut berkapasitas 250 liter, dan dilengkapi dengan 6 batu baterai masing-masing berkapasitas 200 watt-hour yang sekaligus terintegrasi dengan sistem Photovoltaic Off-Grid.
Dengan kapasitas yang besar, inovasi tersebut memungkinkan para nelayan untuk menyimpan ikan hasil tangkapan mereka dalam jumlah yang cukup besar dan dalam waktu yang lebih lama.
Dikatakan Dr Dimas Fajar Uman Putra, anggota tim lainnya, bahwa Hal ini diharapkan akan membantu meningkatkan efisiensi dan kualitas penanganan hasil tangkapan nelayan dalam industri perikanan.
Ia menyebut jika kulkas ini memanfaatkan sumber energi matahari untuk menjaga suhu dalam freezer yang menjadi titik krusial dalam menjaga kualitas ikan dan dapat memperlambat proses pembusukannya.
“Dengan fitur unggulan yang ditawarkan oleh inovasi ini, potensi besar terbentang di depan mata, yang akan meningkatkan keberlanjutan dan mutu hidup komunitas nelayan di Pulau Bawean,” jelasnya.
Diketahui, proyek senilai USD 6,966 tersebut didanai oleh program Humanitarian Technologies Board (HTB) oleh Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE).
Dengan dukungan dana yang diterima, tim dosen ITS optimistis bisa memberikan dorongan yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, terutama bagi komunitas nelayan yang menjadi penerima manfaat.
“Ke depannya, semoga inovasi ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang semakin besar bagi komunitas nelayan di seluruh Indonesia,” pungkasnya. [ipl/kun]
BACA JUGA: Guru Besar ITS Surabaya Kembangkan Metode Prediksi Saham TEGRU






