Bojonegoro (beritajatim.com) – Kemunculan buaya di Sungai Bengawan Solo, tepatnya di Desa Kebonagung, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro menghebohkan warga setempat. Peristiwa tersebut telah dilaporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro.
Menurut Kadis Damkarmat Kabupaten Bojonegoro, Ahmad Gunawan, setelah mendapat laporan warga dengan adanya kemunculan buaya di tepi sungai terpanjang di Pulau Jawa itu langsung mendatangi lokasi. Sesuai laporan, buaya tersebut muncul di tepi sungai turut RT 07 RW 03 Desa Kebonagung, Kecamatan Padangan.
“Setelah dilakukan penyisiran oleh anggota damkar, sampai saat ini belum terdeteksi keberadaannya. Bila ada info silahkan agar segera melapor kembali,” ujarnya, Senin (12/12/2022).
Sekadar diketahui, kemunculan buaya di Sungai Bengawan Solo itu juga sempat membuat geger warganet, terutama di grup Facebook. Video berdurasi 11 detik yang diunggah oleh akun Kusmanto Cimmex mendapat ratusan respon suka dan komentar. Buaya tersebut diduga muncul kemarin, sore.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Bojonegoro”]
Kemunculan buaya di Bengawan Solo itu juga menarik perdebatan warganet. Ada yang percaya dan tidak. Namun, ada juga yang berkomentar biasa karena sudah menjadi habitatnya berada di sungai.
Dalam video tersebut memperlihatkan seekor buaya sedang berada di tepi sungai. Nampak dalam video tersebut lokasinya tidak jauh dari tepian sungai yang rimbun pohon bambu.
Kemunculan buaya di Sungai Bengawan Solo memang bukan kali pertama ini. Pada 2018 silam di Desa Lebaksari, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro juga muncul buaya di Bengawan Solo.
“Banyak warga yang mengetahui munculnya buaya di bengawan solo,” kata Kepala Desa (Kades) Lebaksari, Zaenal Abidin kala itu. [lus/beq]






